Palangka Raya, Nusaborneo.com – Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Purdiono, menilai hasil Survei Litbang Kompas yang menunjukkan tingkat kepuasan 97,8 persen terhadap Program Pendidikan Huma Betang sebagai capaian positif dalam reformasi sektor pendidikan.
Menurut Purdiono, program tersebut telah membuka akses pendidikan yang lebih luas melalui digitalisasi dan penguatan sarana prasarana sekolah. Namun, mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia.
“Digitalisasi pendidikan harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas guru dan pendampingan siswa. Tanpa itu, pemanfaatan teknologi tidak akan maksimal,” ucapnya Senin (12/1/2026).
Kesiapan tenaga pendidik menjadi faktor kunci agar Kelas Digital Huma Betang dan berbagai platform pembelajaran daring dapat berjalan efektif, terutama di daerah terpencil.
“Selain itu, pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap implementasi program, agar kendala yang muncul di lapangan dapat segera diatasi,” tambahnya.
Survei ini menjadi cermin yang baik. Tingginya dukungan publik harus dijaga dengan perbaikan berkelanjutan dan kebijakan yang adaptif.
“Selain itu berharap Program Pendidikan Huma Betang tidak hanya menjadi program unggulan jangka pendek, tetapi mampu menciptakan sistem pendidikan yang berkelanjutan dan berkeadilan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah,” ungkapnya. (red/yd)













