NasionalNews

Cegah Karhutla Meluas, Wamenko Pangan Bersama TNI Tinjau Lahan di Palangka Raya

×

Cegah Karhutla Meluas, Wamenko Pangan Bersama TNI Tinjau Lahan di Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
Aster Kasdam XXII/TB Kolonel Inf Yusub Dody Sandra, S.I.P., M.I.Pol., menghadiri peninjauan lokasi terdampak karhutla bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P. di Kota Palangka Raya, Jumat (30/10/2026). (ist)

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus menjadi perhatian pemerintah. Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Dr. Hanif Faisol Nurofiq turun langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak karhutla di Kota Palangka Raya, Jumat (30/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, diwakili Asisten Teritorial (Aster) Kasdam XXII/TB Kolonel Inf Yusub Dody Sandra, Kehadiran jajaran TNI menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Peninjauan ini juga melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi teknis, dunia usaha, hingga relawan gabungan. Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya perwakilan Gubernur Kalimantan Tengah, perwakilan Kapolda Kalteng, Kasdim 1016/Palangka Raya Kolonel Arm Kasanatul Isra, Kapolresta Palangka Raya, serta perwakilan Wali Kota Palangka Raya.

Turut hadir pula jajaran Dinas Perkebunan dan Kehutanan, BPBD, Balai Wilayah Sungai Kalimantan II, BPKH, GAPKI, APHI, dan Balai Pengendalian Kebakaran Hutan.

Dalam arahannya, Wamenko Pangan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menangani karhutla di Kalimantan Tengah. Menurutnya, sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat memiliki peran penting dalam mengendalikan kebakaran sekaligus meminimalkan dampaknya.

Meski jumlah titik api mulai menurun seiring turunnya hujan, Hanif mengingatkan agar seluruh pihak tidak lengah. Berdasarkan analisis BMKG, kondisi cuaca panas akibat fenomena El Niño masih berpotensi berlangsung hingga akhir November 2026.

Karhutla, kata dia, bukan sekadar persoalan kebakaran lahan. Dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari gangguan kesehatan akibat asap, kerusakan lingkungan, hingga terganggunya aktivitas transportasi.

Karena itu, upaya penanganan harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pencegahan serta pemulihan lahan yang terdampak.

Usai pengarahan, rombongan melakukan pengecekan peralatan pemadam kebakaran, meninjau sumur bor, serta melihat langsung kondisi lahan yang sebelumnya terdampak karhutla.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan lahan sekaligus mengidentifikasi potensi pemulihan agar kawasan terdampak dapat kembali dimanfaatkan secara produktif, termasuk untuk mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Keterlibatan TNI dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk mendukung pemerintah dalam menghadapi ancaman karhutla. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, Polri, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.

Melalui langkah bersama tersebut, penanganan karhutla di Kalimantan Tengah diharapkan semakin optimal. Bukan hanya untuk melindungi lingkungan, tetapi juga menjaga kesehatan masyarakat serta mendukung keberlanjutan ketahanan pangan nasional. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *