Kepala UPT Puskesmas Kampuri hadir sebagai pemateri utama dengan memberikan edukasi mengenai pentingnya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi seimbang sejak dini. Selain itu, mahasiswa KKN dari Program Studi Agribisnis, Andrau Boston Togatorop, turut menjadi narasumber dengan membimbing langsung proses pembuatan bakso bayam sehat.
Pelatihan ini bertujuan memperkenalkan alternatif makanan bergizi yang mudah dibuat dengan memanfaatkan bahan lokal. Bayam dipilih sebagai bahan utama karena kaya zat besi, vitamin, dan mineral yang penting untuk tumbuh kembang anak. Tanpa tambahan tepung, bakso bayam menjadi pilihan pangan sehat, alami, dan rendah risiko terhadap masalah gizi.
Kegiatan yang berlangsung di Posyandu ini diikuti ibu-ibu rumah tangga, kader posyandu, dan masyarakat umum. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap langkah pembuatan. Usai pelatihan, bakso bayam sehat langsung dibagikan kepada warga dan anak-anak sebagai contoh menu tambahan gizi keluarga.
Anak-anak Antusias Nikmati Bakso Bayam
Suasana semakin meriah ketika anak-anak mencoba bakso bayam sehat. Dengan lahap mereka menyantap hidangan tersebut sambil menunjukkan ekspresi gembira. Kehadiran menu baru ini bukan hanya menambah pengalaman kuliner, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa makanan sehat dapat tetap enak dan menyenangkan.
Berdasarkan kuesioner yang dibagikan, mayoritas peserta menyatakan menyukai rasa dan tekstur bakso bayam sehat tersebut. Hasil ini menunjukkan bahwa inovasi pangan lokal ini tidak hanya menyehatkan, tetapi juga dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Dukungan Pemerintah Daerah
Koordinator Kelompok KKN 215 Desa Tumbang Empas, Eka Jhonatan Krissilvio, menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya menekan angka stunting di desa. Program ini mendapat dukungan penuh dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Gunung Mas selaku sponsor utama melalui pendanaan yang diberikan.
“Harapan kami, bakso bayam sehat tanpa tepung ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam menyediakan pangan bergizi di rumah. Selain mudah dibuat, rasanya juga disukai anak-anak,” ujar Eka.
Dukungan juga datang dari perangkat desa, kader kesehatan, dan masyarakat setempat. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran akan pentingnya gizi seimbang bagi anak-anak, sehingga kasus stunting di Desa Tumbang Empas dapat ditekan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPR menegaskan komitmen mereka untuk tidak hanya berperan dalam bidang pendidikan, tetapi juga aktif mendukung kesehatan masyarakat, khususnya dalam membangun generasi muda yang lebih sehat dan cerdas. (red)













