DPRD Palangka Raya

Desakan Relokasi TPA Tangkiling Menguat, DPRD Soroti Dampak terhadap Citra Wisata Palangka Raya

×

Desakan Relokasi TPA Tangkiling Menguat, DPRD Soroti Dampak terhadap Citra Wisata Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Jati Asmoro.

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Persoalan keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di kawasan Tangkiling kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Jati Asmoro, meminta Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya segera mengambil langkah konkret untuk merelokasi TPA yang berada di Jalan Sukamulya, Kelurahan Tangkiling.

Menurutnya, posisi TPA yang berada di jalur utama menuju destinasi wisata alam Tangkiling dinilai tidak lagi representatif. Selain mengganggu pemandangan, kondisi tersebut berpotensi mencoreng citra Kota Palangka Raya sebagai kota tujuan wisata berbasis lingkungan.

“Keberadaan TPA di akses masuk kawasan wisata tentu berdampak pada estetika dan kenyamanan pengunjung. Ini perlu ditangani secara serius dan terukur,” ujarnya saat ditemui awak media belum lama ini.

Desakan tersebut, lanjut Jati, bukan tanpa alasan. Saat masa reses Daerah Pemilihan (Dapil) I pada Masa Persidangan I Tahun 2025/2026, banyak warga Kelurahan Tangkiling menyampaikan keluhan terkait kondisi TPA yang dinilai sudah melebihi kapasitas.

Beberapa persoalan yang dikeluhkan masyarakat antara lain bau menyengat yang mulai menjangkau permukiman, tumpukan sampah yang meluber hingga ke badan jalan, serta kekhawatiran akan potensi pencemaran lingkungan. Jika dibiarkan, kondisi itu dinilai dapat berdampak pada kualitas tanah, air, hingga kesehatan warga sekitar.

Jati menilai, pertumbuhan penduduk di kawasan Tangkiling yang terus meningkat tidak diimbangi dengan penambahan atau modernisasi fasilitas pengelolaan sampah. Saat ini, wilayah tersebut masih bertumpu pada satu titik pembuangan, sehingga risiko overkapasitas sulit dihindari.

Ia pun mendorong DLH untuk melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk kajian teknis dan perencanaan lokasi alternatif yang lebih strategis serta ramah lingkungan. Relokasi TPA, tegasnya, bukan semata persoalan teknis pengangkutan dan penimbunan sampah, tetapi juga bagian dari upaya menjaga wajah kota.

“Jalan Sukamulya adalah etalase menuju objek wisata Tangkiling. Penataan ulang lokasi TPA menjadi penting agar wisatawan tidak disambut pemandangan yang kurang elok. Pemerintah dan masyarakat harus bersinergi mencari solusi permanen,” tandas politisi Partai Gerindra tersebut. (red/jn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *