Kotawaringin Barat, Nusaborneo.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) turut hadir dalam Focus Group Discussion (FGD) terkait Alur Pelayaran Pelabuhan Kumai yang berada di Zona Inti Kawasan Konservasi Perairan Tanjung Keluang, Kabupaten Kotawaringin Barat. Acara ini diselenggarakan di Brits Hotel Pangkalan Bun, Kamis (7/11/2024), oleh Direktorat Konservasi Ekosistem dan Biota Perairan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Berbagai instansi turut berpartisipasi, termasuk Kementerian Perhubungan (Direktorat Kepelabuhan, Direktorat Kenavigasian, dan Distrik Navigasi Kelas II Banjarmasin), KSOP Kelas IV Kumai, TNI AL, PT Pelindo, Yayasan Konservasi Alam Nusantara, dan USAID Kolektif.
Kepala Bidang Kelautan dan Pesisir Dislutkan Kalteng, Zur Rawdoh, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan telaahan terkait alur pelayaran dan rencana pengerukan yang diajukan oleh PT Pelindo. Ia menjelaskan bahwa Tim Terpadu telah melakukan survei lapangan untuk meninjau kondisi alur pelayaran Pelabuhan Kumai hingga zona inti kawasan konservasi.
Dalam FGD, dibahas mengenai alur pelayaran yang rencananya akan mengalami pendalaman. Hasil kesepakatan pertemuan ini dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan, di mana disetujui untuk menggeser alur pelayaran agar tidak beririsan dengan zona inti konservasi. Survey hidro-oseanografi dan biofisik yang melibatkan PT Pelindo dan Tim Terpadu akan dilakukan untuk mengumpulkan data terbaru sebagai dasar penentuan pergeseran alur tersebut. (Mda)













