Kuala Kurun, Nusaborneo.com – Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong, kembali menyoroti pentingnya pembenahan pola kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) agar mampu mengikuti dinamika kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Dalam pernyataannya, Kamis (16/4/2026), ia menekankan bahwa reformasi etos kerja harus dimulai dari peningkatan kedisiplinan dan kecepatan dalam menjalankan tugas. Menurutnya, pelayanan publik yang optimal hanya dapat terwujud jika aparatur memiliki komitmen kuat serta tanggung jawab yang tinggi.
Ia mengakui masih adanya pola kerja yang belum adaptif, bahkan cenderung lambat, sehingga berisiko menghambat percepatan pembangunan daerah. Kondisi tersebut, kata dia, harus segera diubah melalui transformasi pola pikir dan budaya kerja di lingkungan birokrasi.
“Pelayanan kepada masyarakat harus cepat, tepat, dan tanpa penundaan akibat kelalaian aparatur,” tegasnya.
Jaya juga mengingatkan pentingnya sense of urgency dalam menyelesaikan setiap pekerjaan. Ia menilai, keterlambatan dalam tugas sekecil apa pun dapat berdampak langsung pada kualitas layanan yang diterima masyarakat.
Untuk memastikan perubahan berjalan konsisten, pemerintah daerah akan memperketat evaluasi kinerja ASN secara berkala. Aparatur yang tidak menunjukkan peningkatan disiplin dan kinerja akan dikenakan sanksi sesuai aturan.
Sebaliknya, ASN yang mampu menunjukkan kinerja unggul, inovatif, serta profesional akan mendapatkan apresiasi. Menurutnya, sosok ASN seperti inilah yang menjadi motor penggerak kemajuan Kabupaten Gunung Mas.
Melalui penegasan tersebut, ia berharap seluruh ASN dapat menjadikan disiplin dan kecepatan kerja sebagai budaya yang melekat, sehingga pelayanan publik semakin responsif dan berkualitas. (red/ar)













