Palangka Raya, Nusaborneo.com – Semarak Pasar Ramadan di Kota Palangka Raya selalu menjadi magnet bagi masyarakat. Namun di balik ramainya aktivitas jual beli tersebut, aspek kebersihan dan kesehatan tetap harus menjadi perhatian utama.
Sekretaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari mengatakan, tingginya antusiasme masyarakat selama Ramadan tentu membawa dampak positif bagi perputaran ekonomi. Namun, jika tidak diimbangi pengelolaan kebersihan yang baik, kondisi tersebut berisiko menimbulkan persoalan kesehatan, Senin (2/3/2026).
“Pasar Ramadan ini selalu ramai, terutama menjelang berbuka puasa. Karena itu, kebersihan harus benar-benar dijaga. Jangan sampai sampah menumpuk atau makanan yang dijual kurang higienis,”ucapnya.
Pengawasan dari instansi terkait perlu dilakukan secara rutin. Fasilitas tempat sampah harus tersedia memadai dan pengangkutannya dilakukan secara berkala agar lingkungan tetap bersih dan nyaman.
“Tak hanya itu, juga mengingatkan para pedagang untuk memperhatikan standar kebersihan dalam mengolah dan menyajikan makanan,” tambahnya.
Mulai dari kebersihan peralatan, bahan baku, hingga cara penyajian harus dipastikan aman bagi konsumen.
“Pedagang punya tanggung jawab moral menjaga kesehatan pembeli. Kebersihan lapak dan makanan itu penting,” lanjutnya.
Selain itu berharap, dengan kerja sama antara pedagang, pengelola, dan pemerintah daerah, Pasar Ramadan tahun ini dapat berlangsung tertib, bersih, dan aman.
“Dengan begitu, masyarakat bisa berbelanja dengan nyaman, sementara kegiatan ekonomi tetap berjalan lancar tanpa mengabaikan kesehatan publik,” ungkapnya.(red/yd)













