News

Dugaan Klinik Perusahaan di Kapuas Tak Layani Warga Kecelakaan, Ini Keluhannya

×

Dugaan Klinik Perusahaan di Kapuas Tak Layani Warga Kecelakaan, Ini Keluhannya

Sebarkan artikel ini
warga berinisial Y yang disebut mengalami kecelakaan tunggal dan membutuhkan pertolongan medis. (ist)

Kuala Kapuas, Nusaborneo.com – Pelayanan sebuah klinik milik salah satu perusahaan perkebunan KMJ di Kecamatan Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, menjadi sorotan. Hal ini menyusul dugaan seorang perawat yang tidak memberikan pelayanan kepada warga setempat yang membutuhkan pertolongan medis setelah mengalami kecelakaan tunggal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, seorang warga berinisial Y mengalami kecelakaan tunggal dan membutuhkan perawatan medis. Keluarga korban kemudian meminta pertolongan ke klinik yang berada di lingkungan perusahaan tersebut.

Namun, warga menduga pelayanan yang diharapkan tidak diberikan secara maksimal. Salah satu perawat berinisial S disebut sempat menyampaikan kekhawatiran terhadap aturan perusahaan saat dimintai bantuan.

Belum diketahui secara pasti apakah sikap tersebut berkaitan dengan standar operasional prosedur (SOP) perusahaan atau kebijakan yang membatasi pelayanan medis bagi masyarakat di luar lingkungan karyawan.

Kondisi itu pun memunculkan kekecewaan di kalangan warga yang tinggal di sekitar perusahaan. Mereka menilai keberadaan fasilitas kesehatan di wilayah tersebut semestinya dapat menjadi tempat yang diandalkan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan medis dalam keadaan darurat.

“Kami mau bawa ke mana lagi keluarga kami yang membutuhkan pertolongan ketika mengalami kecelakaan atau musibah kalau bukan ke klinik terdekat yang merupakan milik perusahaan tersebut,” ujar salah satu anggota keluarga korban dengan nada kecewa.

Warga berharap persoalan tersebut mendapat perhatian dari pihak perusahaan. Mereka juga meminta agar kejelasan mengenai aturan pelayanan klinik disampaikan kepada masyarakat, khususnya terkait penanganan warga yang mengalami kondisi darurat.

Menurut warga, keberadaan perusahaan yang beroperasi di sekitar permukiman masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, termasuk dalam hal kepedulian terhadap kondisi sosial dan kebutuhan kesehatan warga.

Meski demikian, kebijakan pelayanan klinik serta kronologi kejadian tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak manajemen KMJ dan perawat yang bersangkutan.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan mengenai dugaan penolakan pelayanan medis tersebut. (TN) 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *