Palangka Raya, Nusaborneo.com – Komoditas kakao terus dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Perkebunan (Disbun) hingga menyediakan bibit. Dibun Kalteng juga . berkomitmen dalam mendukung perkebunan rakyat ini.
Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Kalteng, H. Rizky Badjuri mengatakan, sesuai dengan arahan Gubernur H. Sugianto Sabran Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kakao akan diupayakan menjadi salah satu komoditas unggulan yang mampu mendorong perekonomian daerah, bersanding dengan komoditas lainnya seperti kelapa sawit, karet, kelapa dalam, dan kopi,” ucapnya, Kamis (26/9).
Selain itu juga, akan terus mendukung petani kakao dengan berbagai cara, seperti menyediakan bibit kakao premium, pupuk, pelatihan, hingga pendampingan. Bahkan, akan membantu mereka dalam pemasaran hasil kakao.
“Pemprov Kalteng dalam hal ini bekerja sama dengan Yayasan Good Forest Indonesia berharap pengembangan kakao di beberapa wilayah seperti Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, dan Murung Raya dapat terus menunjukkan hasil yang positif, karena pengembangan kakao di wilayah ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang,” tambahnya.
Data Kementerian Pertanian pada Desember 2021 menunjukkan bahwa luas perkebunan kakao rakyat di Kalimantan Tengah mencapai 2.878 hektar, dengan produksi mencapai 1.557 ton. Selain itu, kakao dinilai ramah lingkungan karena dapat ditanam di kawasan hutan sosial tanpa menyebabkan kerusakan ekosistem.
“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi para petani dalam upaya menjadikan kakao sebagai pilar penting bagi perekonomian Kalimantan Tengah,”ungkapnya. (red)













