Palangka Raya, Nusaborneo.com – Para pembudidaya ikan di Kabupaten Kapuas meminta dukungan pemerintah berupa peralatan produksi pakan mandiri untuk mengurangi ketergantungan terhadap pakan pabrikan yang harganya terus meningkat.
Aspirasi tersebut disampaikan masyarakat kepada Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Noor Fazariah Kamayanti, saat melaksanakan reses di sejumlah wilayah Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau beberapa waktu lalu.
Kamayanti mengatakan, persoalan tingginya biaya pakan menjadi kendala utama yang dihadapi kelompok pembudidaya ikan dalam mengembangkan usaha mereka.
“Banyak petani ikan menyampaikan bahwa biaya pakan masih menjadi beban terbesar dalam usaha budidaya. Karena itu mereka berharap ada bantuan mesin pembuat pakan agar bisa memproduksi pakan secara mandiri,” kata Kamayanti, Jumat (5/6/2026).
Menurut dia, usulan tersebut banyak disampaikan oleh masyarakat di Kecamatan Kapuas Kuala, Selat, dan Bataguh. Sejumlah kelompok budidaya ikan mengaku kesulitan meningkatkan produksi karena sebagian besar biaya operasional terserap untuk pembelian pakan.
Padahal, lanjut Kamayanti, sektor perikanan budidaya memiliki peluang besar untuk berkembang di Kabupaten Kapuas. Ketersediaan lahan dan sumber daya pendukung dinilai cukup memadai untuk menunjang peningkatan produksi ikan air tawar.
Namun, tingginya biaya produksi membuat sebagian pelaku usaha belum mampu memperluas skala budidaya. Kondisi itu juga berdampak pada keuntungan yang diperoleh para petani ikan.
“Minat masyarakat untuk mengembangkan usaha budidaya cukup tinggi. Jika biaya pakan bisa ditekan melalui produksi mandiri, tentu hasil usaha mereka akan lebih optimal dan berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga,” ujarnya.
Selain bantuan sarana produksi, Kamayanti menilai pemerintah perlu memberikan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok pembudidaya ikan. Langkah tersebut penting agar masyarakat memiliki kemampuan memproduksi pakan secara mandiri sekaligus meningkatkan kualitas usaha budidaya yang dijalankan.
Dalam kegiatan reses tersebut, warga juga menyampaikan sejumlah persoalan lain, terutama terkait kondisi infrastruktur jalan yang masih membutuhkan perhatian pemerintah daerah.
Menurut Kamayanti, akses jalan yang baik menjadi faktor penting untuk mendukung distribusi hasil budidaya ikan serta memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan.
Ia memastikan seluruh aspirasi yang dihimpun selama reses akan dibawa ke DPRD untuk diperjuangkan dalam pembahasan program pembangunan daerah.
“Kami berharap kebutuhan masyarakat yang disampaikan saat reses dapat menjadi perhatian pemerintah sehingga program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya. (red)













