Palangka Raya, Nusaborneo.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus dilakukan secara terpadu. Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin turun langsung memantau penanganan karhutla di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 23, Palangka Raya, Rabu (9/9/2026).
Dalam pengecekan tersebut, keduanya memantau kondisi lapangan menggunakan drone untuk mendeteksi titik panas atau hotspot yang masih berpotensi memicu kebakaran.
Dari hasil pemantauan, ditemukan sejumlah titik yang masih menyisakan bara api. Kondisi medan yang sulit dijangkau dari darat membuat pemadaman dilakukan dengan dukungan helikopter water bombing.
Helikopter dikerahkan untuk menjatuhkan air ke area yang masih terbakar. Pemadaman dilakukan secara bertahap hingga titik api dan bara yang tersisa dapat dikendalikan.
“Tadi ada beberapa titik yang dilakukan pemadaman kembali hingga sampai ke wilayah Km 23 Tjilik Riwut. Kami dengan Pak Pangdam mengecek langsung dan juga menggunakan drone,” ujar Iwan saat berada di lokasi.
Menurut dia, pemantauan melalui udara membantu petugas menemukan titik panas yang masih berada di kawasan terdampak karhutla.
“Terpantau ada titik hot spot yang masih ada, langsung dilakukan pemadaman menggunakan helikopter,” katanya.
Selain melakukan pemadaman, Kapolda dan Pangdam juga mengecek sejumlah area yang sebelumnya telah terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Pengecekan juga dilakukan di kawasan yang telah masuk dalam pengamanan penyidik kepolisian.
Iwan mengatakan, personel gabungan hingga kini masih disiagakan di sejumlah lokasi karhutla di Kalteng. Petugas tidak hanya menangani kebakaran baru, tetapi juga melakukan pendinginan dan pemadaman lanjutan di lokasi yang sebelumnya telah dinyatakan padam.
“Sampai saat ini tim pemadam semuanya terus melakukan upaya pemadaman di berbagai lokasi karhutla. Baik yang baru maupun yang sudah dipadamkan sebelumnya,” kata Iwan.
Ia menambahkan, pemadaman dilakukan melalui jalur darat maupun udara, terutama terhadap hotspot yang masih terpantau.
Upaya tersebut menjadi bagian dari sinergi TNI-Polri bersama unsur terkait untuk mempercepat penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Selain mencegah meluasnya kebakaran, langkah ini juga ditujukan untuk mengurangi risiko kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat. (red)













