Penyerahan bantuan berlangsung di Aula Kecamatan Cempaga, Selasa (3/10/2026). Bupati Kotim Halikinnor hadir langsung bersama Wakil Bupati dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Kartu Huma Betang Sejahtera yang digagas Gubernur Kalimantan Tengah, H Agustiar Sabran. Sementara paket sembako yang dibagikan berisi beras, minyak goreng, dan gula pasir.
Di hadapan warga penerima bantuan, Halikinnor menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalimantan Tengah atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Kotim.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada Bapak Gubernur H Agustiar Sabran atas bantuan Kartu Huma Betang Sejahtera ini,” ujar Halikinnor.
Dia berharap bantuan tersebut bisa dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan ekonomi.
Tak hanya menyerahkan bantuan sosial, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan Halikinnor untuk mendengar persoalan yang dihadapi masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keluhan warga mengenai kepesertaan BPJS Kesehatan yang tidak aktif.
Halikinnor mengatakan telah meminta Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk segera melakukan pendataan.
Warga yang mengalami kendala kepesertaan BPJS Kesehatan akan dibantu agar statusnya dapat kembali aktif sesuai ketentuan.
Menurutnya, persoalan kesehatan tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan medis. Karena itu, Pemkab Kotim telah menyiapkan anggaran lebih dari Rp 60 miliar untuk mendukung pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat.
“Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan pengobatan justru terkendala karena persoalan administrasi kepesertaan. Kami minta perangkat daerah terkait membantu melakukan pendataan dan penanganan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Halikinnor juga meminta jajaran pemerintah di tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan lebih peka terhadap kondisi warganya.
Camat, lurah, kepala desa, hingga ketua RT dan RW diminta aktif turun melihat kondisi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian khusus.
Beberapa kelompok yang menjadi perhatian antara lain warga kurang mampu, lanjut usia (lansia) yang hidup seorang diri, serta keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni.
Halikinnor meminta warga dengan kondisi tersebut segera didata dan dilaporkan kepada pemerintah daerah agar bisa mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan. Bentuk bantuan yang memungkinkan diberikan antara lain perbaikan rumah hingga dukungan biaya hidup.
“Jangan sampai ada warga yang benar-benar membutuhkan bantuan, tetapi tidak terdata. Saya minta perangkat wilayah lebih aktif melihat kondisi masyarakat di lingkungannya masing-masing,” pesannya.
Di sela kegiatan, Halikinnor turut menyinggung kondisi cuaca di Kotim yang mulai membaik setelah hujan turun. Kondisi tersebut diharapkan menjadi awal berkurangnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dia berharap hujan terus mengguyur wilayah Kotim sehingga kebakaran lahan dapat segera teratasi dan masyarakat kembali beraktivitas dengan nyaman.
Pemkab Kotim menyatakan penyaluran bantuan sosial dan penguatan layanan kesehatan merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan kehidupan sehari-hari.
Pemerintah daerah juga mengharapkan kerja sama antara pemerintah provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga perangkat desa dan RT/RW terus berjalan. Dengan begitu, masyarakat yang membutuhkan bantuan bisa lebih cepat teridentifikasi dan mendapatkan penanganan. (red)













