Muara Teweh, Nusaborneo.com – Konferensi Pimpinan Cabang (Konfercab) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Barito Utara menjadi ajang konsolidasi penting bagi kader muda Nahdlatul Ulama dalam memperkuat peran kepemudaan di daerah. Kegiatan tersebut digelar di aula Kecamatan pada Selasa (27/1/2026) dan dihadiri unsur pemerintah daerah.
Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, ST., MT., yang diwakili Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum, H. Yaser Arapat, dalam sambutan tertulisnya menegaskan bahwa organisasi kepemudaan memiliki posisi strategis dalam menghadapi dinamika global dan tantangan sosial yang semakin kompleks.
Menurut Bupati, GP Ansor diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan, memperkuat toleransi antarumat beragama, serta mengoptimalkan potensi pemuda sebagai penggerak pembangunan daerah. Peran tersebut dinilai selaras dengan semangat kebangsaan dan nilai keislaman yang moderat.
“Kader Ansor harus mampu meningkatkan kualitas diri, mempererat persatuan, dan hadir memberikan manfaat nyata bagi umat serta masyarakat luas,” pesan Bupati. Ia juga berharap Konfercab ini mampu melahirkan kepemimpinan yang visioner, berintegritas, serta konsisten menjaga nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, Pancasila, dan keutuhan NKRI.
Apresiasi turut disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Nurul Anwar. Ia menilai Konfercab GP Ansor sebagai momentum strategis untuk memperkuat kontribusi pemuda dalam pembangunan daerah.
“GP Ansor memiliki potensi besar sebagai wadah pengembangan sumber daya pemuda. Tidak hanya bergerak di bidang sosial keagamaan, tetapi juga mampu melahirkan gagasan kreatif dan inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Nurul Anwar.
Ia menambahkan, DPRD Barito Utara mendukung penuh peran aktif GP Ansor dalam menjaga kondusivitas daerah, memperkuat toleransi, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Konfercab GP Ansor Barito Utara diharapkan dapat berlangsung secara demokratis dan penuh musyawarah, sekaligus menjadi sarana evaluasi dan perumusan program kerja organisasi agar lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat ke depan. (red/at)













