News

Korban Tenggelam di Sungai Kahayan Tumbang Nusa Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Pencarian

×

Korban Tenggelam di Sungai Kahayan Tumbang Nusa Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Pencarian

Sebarkan artikel ini
Jasad Korban saat di temukan hingga di evakuasi Tim SAR Gabungan. (ist)

Pulang Pisau, Nusaborneo.com – Tragedi tenggelam di Sungai Kahayan, Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, berakhir duka pada Rabu (18/3/2026). Ahmad Siddik Suriatna (21), pemuda asal Kelurahan Kelampangan, Kota Palangka Raya, yang hilang sejak Senin (16/3/2026), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan.

Penemuan jasad korban terjadi pada dini hari sekitar pukul 03.10 WIB setelah seorang warga yang melintas dengan klotok (perahu kecil) melihat mayat mengapung di permukaan sungai.

Tim SAR yang langsung bergerak cepat berhasil mengevakuasi jasad tersebut pukul 04.17 WIB. Jasad kemudian dibawa ke rumah duka di Kelurahan Kelampangan, Palangka Raya, untuk diserahkan kepada keluarga.

Menurut Antonius Tri Antoro selaku Koordinator Lapangan Basarnas, korban ditemukan sekitar 500 meter dari titik kejadian awal. “Berawal dari laporan warga yang melintasi sungai, korban ditemukan dan langsung dievakuasi ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga,” ujarnya.

Kepala Kantor SAR Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, menyatakan bahwa operasi SAR kondisi membahayakan manusia telah resmi ditutup setelah jasad korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi dan kerja sama semua pihak yang terlibat. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR kami tutup, dan seluruh personel kembali ke kesatuan masing-masing,” kata Alit.

Operasi pencarian yang berlangsung selama dua hari ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Kantor SAR Palangka Raya, BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Satpolair Polres Pulang Pisau, Koramil Kahayan Hilir, Polsek Jabiren Raya, perangkat Desa Tumbang Nusa, serta keluarga korban dan masyarakat setempat.

Peristiwa ini bermula ketika Ahmad Siddik Suriatna diduga terjatuh dari lanting (dermaga kayu) saat sedang bekerja di sekitar Sungai Kahayan pada Senin lalu. Insiden ini kembali menjadi pengingat bagi warga akan bahaya sungai di wilayah Kalimantan Tengah yang sering kali menjadi tempat aktivitas sehari-hari. Keluarga korban kini sedang mempersiapkan proses pemakaman.

Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar perairan. (Red/tn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *