Palangka Raya, Nusaborneo.com — Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq memimpin Apel Gelar Personel dan Sarana Prasarana Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, (8/8) di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, didampingi Gubernur H. Agustiar Sabran dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.
Dalam amanatnya, Menteri Hanif menekankan bahwa Karhutla merupakan tantangan serius yang tidak bisa ditangani secara konvensional. Ia menyerukan pendekatan lintas sektor yang komprehensif dan berbasis pencegahan.
“Kesiapsiagaan sejak dini menjadi kunci, terlebih saat ini kita memasuki puncak musim kemarau,” ujar Hanif.
Ia juga mengapresiasi capaian Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang berhasil menekan luas lahan terbakar secara signifikan.
“Tahun ini, luas Karhutla di Kalteng kurang dari 9 ribu hektare, jauh menurun dibandingkan tahun lalu yang hampir 360 ribu hektare. Ini bukti kerja keras bersama,” tambahnya.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan 77 pos lapangan di wilayah rawan, dua helikopter patroli dan water bombing, serta operasi modifikasi cuaca (OMC) yang terus berjalan.
“Jika diperlukan, satuan khusus akan dibentuk untuk memperkuat penanganan di lapangan,” tegas Suharyanto.
Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat, khususnya BNPB, dalam pelaksanaan OMC dan pemadaman langsung. Ia juga menegaskan komitmen Pemprov Kalteng dalam pencegahan Karhutla, dengan tetap menghormati kearifan lokal masyarakat Dayak.
“Tradisi ladang berpindah tetap kami hormati, namun harus diselaraskan dengan upaya pencegahan dan pengendalian Karhutla,” ujar Gubernur. (Mda).













