Fairid menilai, misi dagang bukan hanya menghadirkan transaksi bernilai besar di tingkat provinsi, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk unggulan mereka ke pasar yang lebih besar.
“Ini peluang baik bagi daerah. Tidak hanya UMKM, tadi juga disampaikan nilai transaksi sudah mencapai Rp2 triliun,” ujarnya usai menghadiri kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, hubungan kerja sama antara Palangka Raya dan sejumlah daerah di Jawa Timur sejatinya telah terjalin cukup lama. Beberapa di antaranya dengan Kota Blitar dan Kabupaten Madiun, terutama dalam pengembangan ekonomi serta perdagangan antarwilayah.
Menurut Fairid, kolaborasi yang kini diperkuat di tingkat provinsi akan semakin memperkokoh hubungan antardaerah dan memperlancar distribusi kebutuhan masyarakat.
Salah satu contohnya, kata dia, komoditas unggas yang selama ini masih banyak dipasok dari Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan pasar di Palangka Raya. Karena itu, kesinambungan kerja sama dinilai sangat penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga.
Selain sektor kebutuhan pokok, Fairid juga menyoroti capaian transaksi dari pelaku UMKM yang ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Produk seperti gaharu dan kratom disebut mencatat nilai transaksi yang cukup besar.
Ia menilai langkah proaktif Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjalin sinergi perdagangan dengan daerah lain patut diapresiasi dan bisa menjadi contoh dalam memperkuat ekonomi regional.
“Kalau tidak ada inisiatif seperti ini, kerja sama tidak akan berjalan maksimal,” katanya.
Melalui misi dagang ini, Fairid berharap pelaku usaha di Palangka Raya semakin percaya diri, berkembang lebih pesat, dan mampu menjadi tulang punggung kemandirian ekonomi daerah di masa mendatang. (red/yd)













