Pemkab Barut

Pemkab Barito Utara Fokus Benahi Kawasan Kumuh dan Perluas Akses Jalan, Ini Kata Bupati Shalahuddin

×

Pemkab Barito Utara Fokus Benahi Kawasan Kumuh dan Perluas Akses Jalan, Ini Kata Bupati Shalahuddin

Sebarkan artikel ini
Untuk Masyarakat, Bupati Barito Utara H. Shalahuddin didampingi Wakilnya Felix SY Tingan, dan Sekda Muhlis tinjau penataan kawasan kumuh di wilayah Kelurahan Melayu dan Kelurahan Lanjas Kecamatan Teweh Tengah, Selasa (18/11/2025).(ist)

Muara Teweh, Nusaborneo.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut) kembali menegaskan langkah serius dalam membenahi tata ruang kota melalui program penataan kawasan kumuh dan pelebaran jalan di wilayah Lanjas dan Melayu. Upaya ini sekaligus menjadi strategi jangka panjang untuk menciptakan kota yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Pada Selasa (18/11/2025), Bupati Barito Utara H. Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix SY Tingan, Sekda Muhlis, serta sejumlah kepala perangkat daerah melakukan peninjauan lapangan di beberapa titik yang masuk kategori prioritas penataan. Rombongan mengobservasi kondisi pemukiman dan akses jalan di RT 4, RT 5, dan RT 6 Kelurahan Lanjas serta kawasan padat penduduk di Kelurahan Melayu.

Bupati Shalahuddin menyebut penataan kawasan kumuh menjadi salah satu agenda strategis pemerintah daerah untuk menciptakan kota yang lebih sehat dan tertata. Menurutnya, pelebaran jalan yang direncanakan sudah sangat mendesak mengingat mobilitas masyarakat di dua kelurahan tersebut terus meningkat.

“Ini bukan sekadar memperindah kawasan, tetapi bagaimana pemerintah menyediakan lingkungan hunian yang lebih layak serta akses jalan yang mampu menunjang aktivitas masyarakat. Dampaknya akan terasa langsung baik dari aspek sosial maupun ekonomi,” ujarnya.

Kunjungan tersebut juga menjadi momentum pemerintah untuk memetakan sejumlah titik yang membutuhkan intervensi segera, terutama terkait pengadaan tanah dan pelebaran koridor jalan penghubung antara Lanjas dan Melayu.

Kepala Dinas Perkimtan Barito Utara, H. Junaidi, menjelaskan bahwa penataan kawasan kumuh di Lanjas sudah masuk dalam rencana kerja pemerintah daerah dan ditargetkan mulai dikerjakan secara fisik pada 2026. Sementara itu, kawasan di Kelurahan Melayu akan difokuskan pada proses pengadaan tanah terlebih dahulu, termasuk area sekitar Mapolres Barito Utara.

“FS, AMDAL, dan DED akan mulai disusun pada 2026. Pekerjaan fisik ditargetkan berjalan pada 2027 dengan skema multiyears agar dapat dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan,” terangnya.

Ia optimistis penataan ini akan membawa perubahan besar terhadap wajah kota Muara Teweh dan memberikan kenyamanan lebih bagi warga yang tinggal di kawasan tersebut.

“Harapannya, program ini tidak hanya memperbaiki estetik kota, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tutup Junaidi. (red)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *