Sampit, Nusaborneo.com – Perahu nelayan kampung Palingkau, Desa Sei Ijum Raya ( Sijura) Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS) Samuda, Kotim, ditemukan Tim Sar Gabungan di sekitar pantai Pegatan, Kabupaten Katingan. Sedang orangnya, bernama Bahrudin atau disapa Da’o (30), hilang.
Nelayan RT 06/RW 2 Sijura yang melaut sejak Minggu (7/4) lalu itu, hilang, hingga masih dalam pencarian pihak keluarga dan yang melibatkan pihak Pos AL Samuda bersama petugas gabungan Pos AL Pegatan serta Basarnas setempat dengan menyisir sekitar pertama kali ditemukan perahu nelayan tersebut.
Pencarian korban yang hilang dimulai Selasa(9/4) pagi oleh keluarga korban dengan kelompok nelayan setempat sampai sorenya hanya menemukan perahu korban.
“Penemuan perahu korban pada Selasa sore kisaran pukul 16:00 WIB tak jauh dari laut Pantai Pegatan, Kabupaten Katingan,” ujar Anang Salam ketika dihubungi via ponselnya, Kamis(11/4).
Menurut Anang, perahu yang ditemukan dilaut pantai sebelah baratnya Kecamatan Pegatan itu, sekitarnya dilakukan penyisiran bersama pihak petugas terkait disana.
“Pencarian korban hilang itu dibantu Pos AL Samuda bersama Pos AL Pegatan, Basarnas Polsek setempat, masih dilakukan,” katanya.
Sementara yang dimukan pada Selasa lalu, perahunya masih baik dan bagus dan dibawa pihak keluarga korban ke Palingkau, Desa Sei Ijum Raya. Begitu juga dengan peralatan serta barang- barangnya masih ada di dalam lambung kelotoknya.
Menurut Anang, memang waktu sore Senin ( 8/4) lalu itu cuaca yang cerah berubah memburuk. Kemungkinan korban terjatuh karena jaring atau renggenya saat perahunya itu ditemukan kata Aman nelayan yang turut dalam pencarian waktu itu, masih di badan kelotok. Barang- barang korban Da’o di dalam kelotoknya tidak hilang, ada alat tangkap, seperti jaring, boks ikan, basket, diregen tempat minyak, hp, baju renang, hingga ransum persediaan bekal buat makan dan minum masih ada tersisa. (*red/yb)













