Rektor UPR, Prof. Bhayu Rhama, bertindak sebagai pembina upacara. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang menekankan pentingnya membangun generasi muda dengan tiga karakter utama, yakni patriotik, gigih, dan berempati.
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa kemajuan sejati sebuah bangsa berawal dari kualitas manusianya. Bukan hanya dari kecerdasan dan kemampuan, tetapi juga karakter, kecintaan terhadap tanah air, semangat pantang menyerah, serta kepedulian terhadap sesama.
Generasi patriotik diharapkan tidak hanya mencintai Indonesia melalui kata-kata, tetapi juga membuktikannya lewat pengabdian dan tindakan nyata. Sementara generasi yang gigih harus mampu bertahan menghadapi kesulitan, bangkit dari kegagalan, dan terus berjuang memberikan yang terbaik bagi bangsa.
Tak kalah penting, generasi muda juga perlu memiliki empati. Keberhasilan tidak semestinya hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari kepedulian terhadap kondisi dan kesulitan orang lain.
Pesan tersebut mengingatkan bahwa patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan makna, kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arah, dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya.
Sejalan dengan pesan tersebut, UPR berkomitmen untuk terus menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas, inovasi, dan kepemimpinan mahasiswa. Kampus diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepekaan sosial.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini, UPR mengajak seluruh generasi muda untuk mengambil peran dalam membangun masa depan bangsa.
Sebab, masa depan Indonesia bukan sekadar sesuatu yang akan datang, melainkan sesuatu yang sedang dibangun bersama melalui karya, pengabdian, perjuangan, dan kepedulian sejak hari ini. (red)













