Pemkab Kapuas

PGRI Kapuas Luncurkan Program Peningkatan Kompetensi Guru, Sekda Dorong Penguasaan AI dan Coding

×

PGRI Kapuas Luncurkan Program Peningkatan Kompetensi Guru, Sekda Dorong Penguasaan AI dan Coding

Sebarkan artikel ini
Foto Bersama : Sekda Usis I Sangkai dan Pengurus PGRI Kabupaten Kapuas Tahun 2026 di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Jumat (19/6/2026). (ist)

Kuala Kapuas, Nusaborneo.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kapuas menggelar Pelatihan Penguatan Kapasitas Pengurus sekaligus meluncurkan program PGRI Power Tahun 2026 di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Usis I Sangkai, dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kapuas Suwarno Muriyat, Wakil Ketua PGRI Kalimantan Tengah Ernawati, Ketua PGRI Kapuas Kadeni, para kepala sekolah, serta guru dari berbagai jenjang pendidikan.

Dalam sambutannya, Usis menilai PGRI selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.

Ia mengapresiasi konsistensi organisasi profesi guru tersebut yang terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan pendidikan di Kabupaten Kapuas.

“PGRI telah menunjukkan komitmen yang kuat sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sinergi ini sangat penting untuk mewujudkan pendidikan yang lebih maju,” ujar Usis.

Menurut dia, pelatihan penguatan kapasitas pengurus merupakan langkah penting untuk memperkuat organisasi. Kualitas sebuah organisasi, kata Usis, sangat ditentukan oleh kemampuan para pengurus dalam menjalankan fungsi kepemimpinan dan pelayanan kepada anggota.

“Pengurus yang adaptif, kuat, dan visioner akan membawa organisasi semakin solid dan mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, PGRI Kapuas juga meluncurkan PGRI Power, sebuah gerakan nasional yang berfokus pada peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi pendidikan.

Usis menyebut program tersebut sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan tenaga pendidik menghadapi kebutuhan pembelajaran abad ke-21.

Melalui program itu, para guru didorong untuk menguasai keterampilan baru, termasuk coding dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), yang kini semakin relevan dalam dunia pendidikan.

“Saat ini kita tidak boleh lagi gagap teknologi. Guru harus mampu beradaptasi dan menguasai kompetensi abad ke-21 agar dapat membimbing peserta didik menghadapi masa depan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para guru agar tidak memandang perkembangan teknologi sebagai ancaman, melainkan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Jadikan teknologi sebagai alat untuk memperkuat peran guru dalam mencetak generasi emas Kabupaten Kapuas,” kata Usis.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Suwarno Muriyat, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui program Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar yang telah diluncurkan pada Mei 2026.

Menurut Suwarno, penguatan kapasitas guru menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan pendidikan daerah.

“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Karena itu berbagai program peningkatan kompetensi terus kami dorong dan fasilitasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini Kabupaten Kapuas tengah menjalankan sejumlah program inovatif, termasuk pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar yang menjadi proyek percontohan pertama di Kalimantan Tengah.

Selain itu, SMP Negeri 2 Selat ditetapkan sebagai sekolah percontohan penerapan pembelajaran mendalam (deep learning), coding, dan kecerdasan artifisial. Program serupa juga mulai diterapkan di SDN 5 Selat Hilir.

Tak hanya fokus pada teknologi, Dinas Pendidikan Kapuas juga mengembangkan program pelestarian budaya daerah melalui revitalisasi Bahasa Dayak Ngaju yang diterapkan dalam kegiatan Kamis Berbudaya di sekolah-sekolah.

Melalui berbagai program tersebut, pemerintah daerah berharap kualitas pendidikan di Kabupaten Kapuas terus meningkat seiring penguatan kompetensi guru dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal. (red/hp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *