Palangka Raya, Nusaborneo.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Pra Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Bangga Kencana tahun 2024.
Kegiatan yang digelar di Bahalap Hotel Palangka Raya pada Minggu, (19/05/2024), dihadiri seluruh Kepala dinas DP3APPKB Kabupaten/Kota seKalteng.
Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Kalteng, dr. Jeanny Yola Winokan, MAP menyampaikan, Rakerda yang digelar merupakan salah satu wujud keseriusan Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendukung visi, misi dan janji Presiden Republik Indonesia, terutama terkait dengan tugas dan fungsi BKKBN.
“Dimana fungsinya yaitu untuk Mewujudkan Keluarga Berkualitas dan Pertumbuhan Penduduk yang Seimbang guna mendukung tercapainya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian, berlandaskan Gotong-Royong,”ujarnya.
Selain itu lanjutnya mewujudkan Visi Gubernur Kalimantan Tengah maju, mandiri, dan adil untuk kesejahteraan segenap masyarakat menuju Kalimantan Tengah BERKAH (Bermartabat, Elok, Religius, Kuat, Amanah dan Harmonis).
Dia mengungkapkan, berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting (PPS), Kepala BKKBN menjadi Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting dalam menurunkan Prevalensi Balita Stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024.
“Program penurunan stunting yang diusung BKKBN menitikberatkan fasilitasi terlaksananya berbagai program pembangunan, bagi keluarga sasaran percepatan penurunan stunting dan telah melakukan upaya serta langkah-langkah strategis dalam Percepatan Penurunan Stunting yang harus dicapai pada tahun 2024 ini,”ungkapnya.
Hal ini tentu saja tidak bisa terlepas dari dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak, baik lintas sektor, Kepala Daerah provinsi dan kabupaten/kota, organisasi kemasyarakatan dan non pemerintah, para satuan tugas stunting serta para penyuluh KB dan para kader ditingkat lini lapangan.
“Di Provinsi Kalimantan Tengah telah terbentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat Provinsi dan kabupaten/kota, kecamatan dan desa/kelurahan,”katanya.
Berdasarkan data SIGA Tahun 2024 telah terbentuk 2194 Tim Pendamping Keluarga (TPK) di setiap desa/kelurahan Se-Kalimantan Tengah, yang meliputi bidan desa, kader PKK dan kader KB.
“Keberadaan TPK diharapkan dapat membantu mempercepat penurunan stunting di setiap wilayah sesuai dengan tingkatannya,”tambah Kaper BKKBN Kalteng.
Melalui Rakerda BKKBN tahun 2024 diharapkan dapat memperkuat komitmen dan peran Pemerintah Daerah serta Mitra Kerja BKKBN, dalam meningkatkan akses dan kualitas Pelayanan dan Penggerakan Program Bangga Kencana untuk memenuhi target penurunan stunting tahun 2024 sebesar 14 persen dan target penurunan stunting di Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 15,38 Persen. (Mdh)













