EksekutifNewsPemprov Kalteng

Linae Victoria Aden : Duta dan Jambore GenRe Harus Memahami Stunting dan Perkawinan Anak

×

Linae Victoria Aden : Duta dan Jambore GenRe Harus Memahami Stunting dan Perkawinan Anak

Sebarkan artikel ini
Caption : Kadis DP3APPKB Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden Saat Memberikan paparan Pada ADUJAK GenRe 2024 di Luwansa Hotel

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas (ADUJAK) Genre Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Tahun 2024, diinisiasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalteng.

Pada kesempatan Ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Prov. Kalteng, Linae Victoria Aden menjadi Narasumber  ADUJAK Genre Tingkat Provinsi Kalteng Tahun 2024, di Ballroom Hotel Luwansa Palangka Raya, Sabtu (13/7/2024).

Linae mengatakan, anak-anak Duta dan Jambore Genre harus memahami stunting dan perkawinan anak. “Stunting adalah kondisi dimana anak-anak mengalami gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi,”ujarnya. 

Diketahui, bahwa dampak stunting bagi anak adalah Perkembangan fisik terhambat; Pertumbuhan dan perkembangan fisik anak terhambat, termasuk tinggi badan, berat badan, dan perkembangan otak, penurunan kecerdasan.

“Stunting menyebabkan rendahnya Intelegensia dan kemampuan belajar anak, sehingga berakibat pada prestasi sekolah yang rendah dan tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan,”kata Linae dihadapan para duta GenRe. 

Dia menjelaskan, Penyebab Stunting antara lain, kebersihan lingkungan yang kurang terjaga, status gizi ibu yang buruk saat hamil dan menyusui, pola MP ASI yang tidak sehat/bergizi, jarak kehamilan yang terlalu dekat, serta usia kehamilan ibu dibawah 20 tahun.

“Perkawinan Usia Anak adalah perkawinan yang dilakukan oleh salah satu atau kedua belah pihak yang masih berusia di bawah 18 tahun, sesuai UU No. 16 Tahun 2019. Perkawinan hanya diijinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun,”ungkap Linae.

Linae juga berharap, anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut dapat berperan sebagai Agen Perubahan, yaitu Penyebar Informasi dan Edukasi, Pelopor Perilaku Sehat, Pendukung Remaja Lainnya, Relawan dan Penggerak Masyarakat. (Mdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *