News

FORDAYAK Pulang Pisau Gelar Aksi Damai, Sengketa Lahan 174 Hektare dengan PT MKM Masuki Tahap Mediasi

×

FORDAYAK Pulang Pisau Gelar Aksi Damai, Sengketa Lahan 174 Hektare dengan PT MKM Masuki Tahap Mediasi

Sebarkan artikel ini

Pulang Pisau, Nusaborneo.com – Sengketa lahan antara masyarakat adat bersama Forum Dayak (FORDAYAK) dengan PT Menteng Kencana Mas (MKM) kembali mencuat setelah digelarnya aksi damai di kawasan konsesi perusahaan, Senin (1/12). Aksi yang berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 18.00 WIB itu berjalan aman dan terkoordinasi.

Ketua DPD FORDAYAK Pulang Pisau, Rolly Stevenli, mengungkapkan bahwa massa awalnya berencana memasang portal untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas perusahaan di atas lahan seluas 174 hektare yang diklaim sebagai milik masyarakat. Namun, rencana tersebut urung dilakukan karena penolakan tegas dari pihak perusahaan.

“Pihak PT MKM menyatakan bahwa pemortalan tidak bisa dilakukan karena akan menghambat operasional mereka,” jelas Rolly di lokasi aksi.

Meskipun menolak pemasangan portal, manajemen PT MKM justru menawarkan ruang dialog. Kedua pihak pun sepakat melakukan mediasi langsung di lapangan. Dalam pertemuan itu, perusahaan menyampaikan bahwa tuntutan masyarakat mengenai ganti rugi lahan akan dibahas melalui rapat internal manajemen.

“Mereka meminta waktu untuk menyusun keputusan resmi terkait tuntutan masyarakat,” tambah Rolly.

Rolly menegaskan bahwa FORDAYAK tidak akan berhenti mengawal kasus ini. Jika pada Senin mendatang tidak ada hasil konkret dari PT MKM, pihaknya akan membawa persoalan tersebut ke tingkat legislatif.

“Jika tidak ada keputusan, kami akan meneruskan ke RDP di DPRD Pulang Pisau, bahkan hingga ke tingkat provinsi. Semua data sudah kami siapkan,” tegasnya.

Dalam mediasi, perusahaan juga memberikan komitmen awal bahwa penyelesaian akan dilakukan secara terukur dan berdasarkan hasil keputusan rapat resmi.

Menutup penyampaiannya, Rolly memberikan penghargaan kepada seluruh anggota FORDAYAK serta masyarakat pemilik lahan yang tetap menjaga kekompakan selama aksi berlangsung.

“Solidaritas kita adalah kunci. Kita terus perjuangkan hak atas tanah yang benar-benar milik masyarakat,” ujarnya.

Sengketa lahan ini masih menunggu keputusan manajemen PT MKM, sementara FORDAYAK menegaskan siap melangkah ke tahap berikutnya apabila tidak ada respon memadai dari pihak perusahaan. (tn/foto:ist)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *