Pemkab Mura

22 Lansia Program “Gita Uluh Itah” Resmi Diwisuda, Pemerintah Tegaskan Komitmen Peningkatan Kesejahteraan Lansia

×

22 Lansia Program “Gita Uluh Itah” Resmi Diwisuda, Pemerintah Tegaskan Komitmen Peningkatan Kesejahteraan Lansia

Sebarkan artikel ini
Foto bersama usai prosesi wisuda Sekolah Lansia “Gita Uluh Itah”, kegiatan yang digagas Pemkab Murung Raya melalui Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DALDUK KBP3A), Senin (01/12/2025). (ist) 

Puruk Cahu, Nusaborneo.com – Suasana haru dan bahagia memenuhi Aula DPMD Kabupaten Murung Raya saat 22 peserta Sekolah Lansia “Gita Uluh Itah” mengikuti prosesi wisuda, Senin (1/12/2025). Kegiatan yang digagas Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DALDUK KBP3A) ini menjadi ajang penghargaan bagi para warga lanjut usia yang tetap semangat menimba ilmu.

Acara tersebut dihadiri Asisten I Setda Mura, Rahmat K Tambunan mewakili Bupati Murung Raya, Plt. Kepala Dinas DALDUK KBP3A Lynda Kristiane, jajaran TP-PKK, serta para keluarga wisudawan.

Dalam laporan panitia, Lynda Kristiane menyampaikan bahwa jumlah peserta semula sebanyak 24 orang, namun hanya 22 yang berhasil diwisuda. “Satu peserta wafat dan satu lainnya mengundurkan diri karena mengalami kecelakaan. Meski begitu, semangat para lansia yang hadir hari ini patut diapresiasi,” jelasnya.

Ia menuturkan, Sekolah Lansia “Gita Uluh Itah” dirancang untuk memotivasi para peserta tetap aktif dan produktif. Program tersebut juga memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang ramah lansia.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa lansia terus mendapatkan ruang untuk berkembang. Mereka tidak hanya berharga karena usia, tetapi juga karena pengalaman hidup yang bisa menjadi inspirasi,” ungkap Lynda.

Mewakili Bupati Mura, Asisten I Rahmat K Tambunan menyampaikan penghormatan kepada para wisudawan. Menurutnya, prosesi wisuda ini adalah bentuk pengakuan terhadap nilai dan kontribusi yang telah diberikan para lansia selama hidup mereka.

“Ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah penghargaan bagi para sesepuh kita yang telah mengisi perjalanan hidup mereka dengan pengabdian dan keteladanan,” ujar Rahmat dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah memandang lansia sebagai aset penting yang memiliki peran besar dalam pembangunan. Oleh karena itu, berbagai program peningkatan kesejahteraan lansia akan terus diperluas, mulai dari layanan kesehatan, kegiatan sosial, hingga pemberdayaan komunitas.

“Para lansia memiliki kekayaan pengalaman yang sangat penting dalam membimbing generasi muda. Usia tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berkarya,” tegasnya.

Rahmat juga mengajak masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap lansia. “Menghormati dan menyayangi lansia adalah cermin jati diri bangsa kita. Nilai kekeluargaan dan gotong royong itulah yang harus terus dirawat,” tambahnya.

Prosesi wisuda Sekolah Lansia “Gita Uluh Itah” pun ditutup dengan penyerahan sertifikat dan foto bersama, menandai langkah baru para peserta untuk tetap aktif, sehat, dan berdaya di usia senja mereka. (red/lk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *