Palangka Raya, Nusaborneo.com – Niat mencari nafkah menjelang malam pergantian tahun berujung petaka. Ahmad, pedagang kembang api, meregang nyawa setelah menjadi korban kecelakaan lalu lintas di bahu Jalan Tjilik Riwut Kilometer 1, Kota Palangka Raya, Selasa (30/12/2025) dini hari.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Saat sebagian besar warga masih terlelap dan aktivitas kota baru mulai bergerak, Ahmad telah lebih dulu berada di lapaknya untuk menata dagangan petasan yang akan dijual jelang Tahun Baru.
Tanpa diduga, sebuah mobil Toyota Rush berwarna hitam bernomor polisi KH 1570 CB yang datang dari arah Tangkiling tiba-tiba keluar jalur. Kendaraan yang dikemudikan Miftachul Choir tersebut melaju tak terkendali dan langsung menabrak Ahmad yang berada di tepi jalan.
Benturan keras membuat tubuh korban terpental, sementara rombong dagangan kembang api hancur berantakan. Sebuah sepeda motor Honda Genio yang terparkir di sekitar lokasi juga terseret akibat tabrakan tersebut.
Detik-detik pascakejadian terekam dalam sebuah video amatir berdurasi 69 detik yang beredar di media sosial. Video itu memperlihatkan suasana mencekam, dengan puing-puing petasan berserakan di jalan dan tangisan histeris seorang perempuan yang terdengar jelas memecah kesunyian subuh.
“Mohon bantuan rekan-rekan emergency Palangka Raya, ada kecelakaan menabrak orang jualan petasan di Pal 1,” ujar perekam video dengan suara bergetar.
Kasatlantas Polresta Palangka Raya, Kompol Egidio Sumilat, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa kecelakaan melibatkan satu unit mobil, seorang pejalan kaki, serta kendaraan roda dua yang sedang terparkir.
“Korban atas nama Ahmad saat itu sedang membuka rombong lapak kembang api. Mobil Toyota Rush dari arah Tangkiling menghantam korban, dan akibat luka berat yang diderita, korban meninggal dunia di lokasi kejadian,” jelas Kompol Egidio.
Tragedi ini menambah daftar kelam kecelakaan lalu lintas di penghujung tahun 2025. Di saat kembang api menjadi simbol perayaan dan harapan baru, bagi keluarga Ahmad, dentuman petasan justru berubah menjadi kenangan duka yang mendalam.
Saat ini, Satlantas Polresta Palangka Raya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan, termasuk faktor kelalaian pengemudi. (Red/jn)













