Peristiwa

Juru Parkir Tewas di Teras TK Bakuwu, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Kekerasan

×

Juru Parkir Tewas di Teras TK Bakuwu, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Kekerasan

Sebarkan artikel ini
Aktifitas Tim Inafis Polresta Palangka Raya ketika Melakukan Olah TKP terhadap Korban yang tewas di Teras TK Bakuwu, Rabu (11/02/2026) Sore. (jn)

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Suasana di kawasan Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Palangka, mendadak gempar setelah seorang pria ditemukan meninggal dunia di selasar teras TK Bakuwu, Rabu (11/02/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Korban diketahui bernama Muslimin (52), yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir di sekitar Taman Yos Sudarso. Saat ditemukan, korban dalam posisi tengkurap dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi melalui Kasat Reskrim AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa laporan pertama diterima dari warga yang melihat korban tergeletak di depan teras sekolah.

“Salah satu saksi, Fahrian (40), yang juga berprofesi sebagai juru parkir, melihat korban sudah dalam keadaan tidak bergerak. Saat dicek, terdapat cairan bercampur darah dari mulut korban,” ungkap AKP Eka Palti.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, dalam beberapa hari terakhir korban diketahui mengeluhkan sakit lambung dan sesak napas. Bahkan sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat memuntahkan minuman yang dikonsumsinya.

Mendapat laporan tersebut, Tim Inafis Polresta Palangka Raya bersama Tim Emergency Response (ERP) segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas turut mengamankan sejumlah barang milik korban, termasuk botol air mineral dan pakaian yang dikenakan saat kejadian.

Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah dievakuasi ke RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya guna dilakukan visum. Hasil pemeriksaan oleh dokter forensik dr. Ricka Brillianty, Sp.KF, tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil visum tidak ditemukan indikasi kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal akibat penyakit yang dideritanya,” tambahnya.

Pihak keluarga yang telah dihubungi menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak keberatan serta tidak menuntut proses hukum lebih lanjut. Polisi pun memastikan bahwa peristiwa ini tidak mengandung unsur tindak pidana.

Usai proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga di kediamannya di Jalan Bangas Permai untuk dimakamkan. Situasi di sekitar lokasi kejadian kembali kondusif setelah penanganan oleh aparat kepolisian. (red/jn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *