Palangka Raya, Nusaborneo.com – Ketika sebagian warga terlelap, Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya justru berjibaku di bawah gelap malam. Mereka menuntaskan dua laporan berbeda, dengan ancaman yang sama: sarang tawon vespa berukuran besar yang berpotensi membahayakan warga.
Rabu malam (25/3/2026), Regu 3 Rescue bergerak cepat menindaklanjuti laporan pertama di Jalan Damang Fijar. Sebuah sarang tawon vespa berdiameter sekitar 60 sentimeter ditemukan menggantung di ranting pohon asam mangga, tepat di atas badan jalan, sekitar lima meter dari permukaan tanah. Meski belum ada korban sengatan, posisi sarang yang berada di jalur lalu lintas warga membuat situasi itu dinilai rawan.
Dengan peralatan lengkap dan kehati-hatian tinggi, tim mengevakuasi sarang tersebut dalam waktu kurang lebih satu jam. Proses dilakukan malam hari untuk meminimalkan risiko, mengingat pada waktu itu aktivitas tawon cenderung lebih tenang.
Belum usai, laporan kedua datang dari kawasan Jalan Mendawai VII, tepatnya di ujung seberang sebuah langgar. Di lokasi ini, sarang vespa bahkan berukuran lebih besar, mencapai diameter sekitar 70 sentimeter. Letaknya berada di ujung ranting pohon dekat rumah warga, menambah kekhawatiran penghuni sekitar.
Kondisi di lokasi kedua dinilai lebih mengkhawatirkan. Selain faktor angin yang kerap menggoyang sarang, ulah anak-anak yang sempat melempar sarang membuat kawanan tawon beberapa kali keluar dan beterbangan agresif. Situasi tersebut membuat warga semakin resah.
“Ini yang kami antisipasi. Walaupun belum ada korban, potensi bahaya sangat besar, apalagi jika sarang terganggu,” ujar Kepala Seksi Operasi Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Sucipto.
Ia menjelaskan, kedua kejadian tersebut langsung ditangani oleh Tim Rescue Regu 3 pada malam hari agar proses evakuasi bisa dilakukan lebih aman dan efektif. Dalam waktu sekitar satu jam, sarang vespa di lokasi kedua juga berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban.
Bagi warga, kehadiran tim Damkar bukan sekadar penanganan teknis, tetapi juga menghadirkan rasa tenang. Ancaman yang sebelumnya menggantung di atas kepala—secara harfiah—akhirnya berhasil dihilangkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bahaya bisa datang dari hal yang terlihat sepele, namun berdampak besar. Di saat itulah, kesiapsiagaan dan respon cepat menjadi kunci, seperti yang ditunjukkan oleh para petugas Damkar yang bekerja tanpa mengenal waktu demi keselamatan masyarakat. (red)













