NewsPemko Palangka Raya

Polisi dan Petani Turun Bersama ke Lahan, Cari Tempat Terbaik untuk Tanam Jagung di Bukit Tunggal

×

Polisi dan Petani Turun Bersama ke Lahan, Cari Tempat Terbaik untuk Tanam Jagung di Bukit Tunggal

Sebarkan artikel ini
Polsubsektor Jekan Raya Pastikan Kesiapan Tanam di Wilayah Bukit Tunggal. (ist)

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Langkah sederhana namun penuh harapan terlihat di wilayah Kelurahan Bukit Tunggal, saat personel Polsubsektor Jekan Raya bersama kelompok tani meninjau lahan yang direncanakan menjadi lokasi penanaman jagung, Minggu (26/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Jalan Lestari Alam, Mahir Mahar Lingkar Luar itu menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan, sekaligus mempererat kebersamaan antara aparat kepolisian dan masyarakat tani.

Di tengah hamparan lahan yang masih alami, personel kepolisian bersama para petani berdiskusi langsung mengenai kondisi tanah, kesiapan lahan, hingga peluang hasil panen ke depan. Harapannya, lahan yang dipilih benar-benar mampu menghasilkan panen yang baik dan memberi manfaat bagi warga.

Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto mewakili Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi mengatakan, pengecekan dilakukan agar proses tanam nantinya tidak sia-sia.

“Pengecekan ini penting untuk memastikan lahan benar-benar siap tanam, sehingga hasil yang diperoleh nantinya bisa maksimal,” ujarnya.

Dari hasil peninjauan, diketahui lahan tersebut masih berupa tanah gambut dengan tingkat keasaman cukup tinggi. Kondisi itu membuat lahan belum siap ditanami jagung tanpa melalui pengolahan terlebih dahulu.

Sejumlah langkah perlu dilakukan, mulai dari penaburan kapur untuk menetralkan tanah, pengolahan lahan, pembuatan bedengan, hingga pemupukan agar tanah lebih subur dan produktif.

Meski begitu, semangat para petani tidak surut. Bersama Kapolsubsektor Jekan Raya, mereka terus berkoordinasi mencari alternatif lokasi lain yang lebih siap untuk ditanami.

Di balik pengecekan lahan itu, tersimpan harapan besar agar setiap jengkal tanah yang diolah dapat menjadi sumber pangan baru dan menambah kesejahteraan masyarakat setempat. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *