Jakarta, Nusaborneo.com – Semangat emansipasi perempuan kembali ditegaskan dalam peringatan Hari Kartini yang digelar Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Aula Prona, Jakarta, Kamis (30/04/2026). Dalam kegiatan tersebut, perempuan dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan layanan pertanahan dan tata ruang di Indonesia.
Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, menegaskan bahwa perempuan di lingkungan kementerian tidak hanya berperan sebagai pelengkap, tetapi menjadi kekuatan utama dalam menggerakkan sektor pertanahan. Menurutnya, kontribusi perempuan telah terbukti signifikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang inklusif dan berkelanjutan.
Saat ini, jumlah pegawai perempuan di ATR/BPN mencapai 45% dari total keseluruhan pegawai. Dari angka tersebut, sebanyak 28% telah menduduki jabatan struktural, sementara sebagian besar lainnya berada di posisi pelaksana. Kondisi ini menunjukkan potensi besar perempuan untuk terus berkembang, khususnya dalam menempati posisi kepemimpinan.
Dalu Agung Darmawan juga menyoroti bahwa peningkatan peran perempuan di level pimpinan menjadi tantangan sekaligus peluang dalam melanjutkan semangat emansipasi. Ia mendorong agar perempuan terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu bersaing dan berkontribusi lebih luas.
Selain membahas peran strategis perempuan, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai program pendukung kesehatan. Sekretaris Dewan KORPRI ATR/BPN, Hari Susiyanto, menyampaikan bahwa acara tersebut menghadirkan sosialisasi terkait penyakit menular, kesehatan reproduksi, serta program keluarga berencana. Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis dan layanan vaksinasi.
Mengusung tema “Perempuan sebagai Entitas Penjaga Peradaban dan Pemersatu Bangsa”, kegiatan ini diikuti oleh lebih dari seratus peserta dari berbagai unit kerja, termasuk Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta.
Perwakilan Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Hariyadi Wibowo, turut mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental bagi perempuan. Menurutnya, kesehatan yang terjaga menjadi kunci utama agar perempuan dapat menjalankan perannya secara optimal, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Peringatan Hari Kartini ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perempuan sebagai penggerak pembangunan, khususnya dalam mewujudkan tata kelola pertanahan yang adil dan berkelanjutan di Indonesia. (Red/foto:ist)













