BisnisEkonomiPemko Palangka Raya

Pemkot Palangka Raya Gandeng BI Kalteng Gelar Serambi dan GPM, Tekan Inflasi Jelang Ramadan dan Idulfitri

×

Pemkot Palangka Raya Gandeng BI Kalteng Gelar Serambi dan GPM, Tekan Inflasi Jelang Ramadan dan Idulfitri

Sebarkan artikel ini
Kepala Perwakilan BI Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias bersama Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin di kegiatan Serambi yang dirangkai dengan GPM, Kamis (19/2/2026). (ist) 

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat langkah pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H melalui kegiatan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi) yang dirangkai dengan Gerakan Pangan Murah (GPM), Kamis (19/2/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Perwakilan BI Kalteng, Jalan Diponegoro Kota Palangka Raya tersebut menjadi salah satu strategi intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat pada periode hari besar keagamaan.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa tekanan harga pangan menjelang Ramadan merupakan fenomena yang kerap terjadi setiap tahun. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu direspons dengan langkah konkret agar tidak membebani daya beli masyarakat.

“Setiap menjelang Ramadan dan Idulfitri biasanya terjadi peningkatan kebutuhan bahan pokok yang berdampak pada kenaikan harga. Karena itu, intervensi seperti Serambi dan Gerakan Pangan Murah ini menjadi penting untuk menjaga keseimbangan pasar,” ujarnya.

Fairid menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Kota Palangka Raya pada Januari 2026 tercatat mencapai 4,61 persen secara year-on-year. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di wilayah Kalimantan Tengah dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Melalui pelaksanaan GPM, pemerintah berupaya menghadirkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau langsung kepada masyarakat. Skema ini diharapkan dapat membantu menekan laju inflasi sekaligus menjaga ketersediaan pasokan di pasar.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang stabil, terutama di tengah momentum Ramadan dan menjelang Idulfitri,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga pangan. Menurutnya, upaya pengendalian inflasi tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan dari pelaku usaha, distributor, serta masyarakat.

“Sinergi semua pihak sangat diperlukan. Distributor dan pedagang diharapkan ikut menjaga stabilitas harga, sehingga tidak terjadi lonjakan yang merugikan masyarakat,” tambahnya.

Pemerintah Kota Palangka Raya berharap program Serambi dan GPM ini dapat menjadi instrumen efektif dalam menjaga kestabilan ekonomi daerah serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi kebutuhan pangan selama Ramadan dan Idulfitri. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *