Palangka Raya, Nusaborneo.com – Krisis bahan bakar minyak (BBM) di Kota Palangka Raya semakin memprihatinkan. Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilaporkan mengular hingga sekitar dua kilometer, Jumat (8/5/2026).
Kelangkaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax membuat warga harus rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar. Kondisi tersebut memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan utama kota karena antrean kendaraan memakan sebagian badan jalan.
Pantauan di beberapa SPBU, antrean didominasi kendaraan roda dua dan roda empat yang sejak pagi sudah memenuhi area pengisian. Situasi ini disebut lebih parah dibanding hari-hari sebelumnya.
Lengkeng (45), warga yang mengantre di salah satu SPBU kawasan Jalan G.Obos, mengaku harus menunggu lebih dari dua jam untuk mendapatkan Pertalite bagi sepeda motornya.
“Dua jam lebih kami antre hanya untuk dapat BBM. Di eceran sudah susah dicari, kalaupun ada harganya bisa sampai Rp17 ribu sampai Rp18 ribu per liter,” ujarnya dengan nada kesal.
Menurutnya, kondisi kelangkaan BBM sangat menyulitkan masyarakat, terutama warga yang bergantung pada kendaraan untuk bekerja dan aktivitas sehari-hari.
Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah cepat agar distribusi BBM kembali normal dan masyarakat tidak terus dirugikan akibat antrean panjang yang terjadi hampir di seluruh SPBU di Palangka Raya.
“Kami berharap krisis BBM ini cepat teratasi supaya masyarakat tidak terus kesulitan,” pungkasnya. (red/tn)













