Pemko Palangka Raya

Palangka Raya Raih Peringkat Kedua FBIM 2026, Karnaval Budaya Masuk Penyaji Terbaik

×

Palangka Raya Raih Peringkat Kedua FBIM 2026, Karnaval Budaya Masuk Penyaji Terbaik

Sebarkan artikel ini
ISTIMEWA

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Kontingen Kota Palangka Raya menutup partisipasinya dalam Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 dengan menempati posisi kedua pada klasemen akhir kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah. Selain itu, Palangka Raya juga meraih predikat Penyaji Terbaik IV untuk kategori Karnaval Budaya.

Pengumuman pemenang disampaikan pada malam penutupan FBIM 2026 dalam rangkaian Huma Betang Night di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Sabtu malam, 23 Mei 2026. Ribuan warga memadati lokasi untuk menyaksikan puncak perayaan budaya tahunan tersebut.

Dalam hasil akhir penilaian dewan juri, Kabupaten Barito Utara keluar sebagai juara umum. Posisi berikutnya ditempati Kota Palangka Raya, sedangkan Kabupaten Murung Raya berada di urutan ketiga.

Capaian Palangka Raya dinilai tidak lepas dari konsistensi peserta dalam menampilkan ragam seni dan budaya Dayak selama sepekan pelaksanaan festival. Kontingen ibu kota provinsi itu tampil di sejumlah cabang lomba, mulai dari permainan tradisional, seni pertunjukan, hingga parade budaya.

Pada kategori karnaval, penampilan delegasi Palangka Raya mendapat perhatian publik melalui perpaduan busana adat, tarian daerah, musik tradisional, dan visual budaya yang dikemas atraktif. Penampilan tersebut turut mengantarkan mereka masuk jajaran penyaji terbaik.

Festival Budaya Isen Mulang 2026 berlangsung sejak 17 hingga 23 Mei 2026 dengan mengusung tema “Culture for Dignity”. Kegiatan dipusatkan di sejumlah titik di Kota Palangka Raya dan melibatkan peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.

Penutupan acara dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama unsur Forkopimda, kepala daerah, tokoh adat, seniman, dan komunitas budaya.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, festival ini juga berdampak pada sektor ekonomi daerah. Kehadiran pelaku UMKM, perajin, hingga komunitas kreatif selama kegiatan berlangsung ikut mendorong aktivitas ekonomi di kawasan penyelenggaraan.

Bagi Pemerintah Kota Palangka Raya, raihan peringkat kedua tersebut menjadi modal untuk memperkuat promosi budaya lokal sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga warisan budaya Dayak. (red/jn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *