Palangka Raya, Nusaborneo.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Tengah, Riska Agustin.
Menurut Riska, keberhasilan mempertahankan opini tertinggi dalam pengelolaan keuangan daerah itu merupakan prestasi yang membanggakan. Namun, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak hanya menjadi simbol keberhasilan administrasi, melainkan juga menjadi pemacu peningkatan kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Raihan WTP ini patut disyukuri, tetapi juga harus menjadi motivasi bagi seluruh OPD untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang baik,” kata Riska, Jumat (19/6/2026).
Ia menilai, opini WTP menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah telah berjalan sesuai dengan ketentuan dan standar yang berlaku. Meski demikian, pemerintah daerah tetap perlu melakukan evaluasi secara berkelanjutan agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
Riska menegaskan, predikat WTP seharusnya menjadi dorongan bagi setiap perangkat daerah untuk bekerja lebih profesional, transparan, dan bertanggung jawab dalam menjalankan program pembangunan.
“Jangan sampai berpuas diri dengan capaian yang sudah diraih. Pengawasan harus terus diperkuat, efektivitas penggunaan anggaran ditingkatkan, dan setiap program harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memastikan DPRD Kalimantan Tengah akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah. Langkah tersebut dilakukan agar prestasi WTP berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik serta percepatan pembangunan di berbagai sektor.
“DPRD akan terus mengawal agar tata kelola pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah berjalan sesuai aturan. Harapannya, prestasi WTP ini sejalan dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah,” pungkasnya. (red/yd)













