Sampit, Nusaborneo.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, tengah mencari alternatif maskapai untuk memperkuat layanan penerbangan di Bandara H. Asan Sampit. Upaya ini dilakukan setelah NAM Air menghentikan sementara penerbangan rute Jakarta-Sampit.
Kepala Dishub Kotim Raihansyah mengatakan penerbangan dari Sampit masih berjalan meski salah satu maskapai menghentikan sementara layanannya. Saat ini, Super Air Jet masih melayani penerbangan setiap hari.
Menurutnya, tingkat keterisian penumpang Super Air Jet juga cukup tinggi. Dalam sehari, jumlah penumpang disebut bisa mencapai lebih dari 100 orang dan bahkan menyentuh sekitar 180 penumpang.
“Alhamdulillah Super Air Jet masih bertahan sampai sekarang. Dari laporan yang kami terima, jumlah penumpang setiap hari di atas 100 orang, bahkan bisa penuh sampai sekitar 180 penumpang,” kata Raihansyah, belum lama ini.
Terkait penghentian sementara penerbangan NAM Air, Dishub Kotim masih menunggu penjelasan resmi dari pihak maskapai. Raihansyah mengaku baru mendapatkan informasi mengenai penghentian layanan tersebut.
“Saya baru mendapat informasi hari ini. Apakah karena perawatan pesawat atau faktor persaingan usaha, kami masih menunggu penjelasan dari pihak NAM Air,” ujarnya.
Raihansyah menyebut persaingan di industri penerbangan merupakan hal yang biasa. Sejumlah faktor seperti harga tiket, jadwal penerbangan, hingga kualitas pelayanan dapat memengaruhi pilihan penumpang dan keberlangsungan sebuah rute.
Pemkab Kotim tidak hanya mengandalkan maskapai yang sudah beroperasi. Dishub juga aktif menjajaki peluang masuknya maskapai lain ke Bandara H. Asan Sampit.
Salah satunya dengan mengajukan permohonan kepada Lion Group agar pesawat yang melayani rute Surabaya-Sampit ditingkatkan kapasitasnya. Saat ini rute tersebut dilayani pesawat jenis ATR dan diharapkan dapat menggunakan pesawat Boeing.
Selain itu, komunikasi juga dilakukan dengan TransNusa dan Pelita Air untuk membuka rute penerbangan menuju Sampit.
“Kami terus menawarkan potensi pasar penerbangan di Kotim. Data penumpang menunjukkan peluangnya cukup baik sehingga kami berharap ada maskapai lain yang tertarik masuk,” kata Raihansyah.
Dia optimistis pasar penerbangan di Sampit masih menjanjikan. Bandara H. Asan tidak hanya melayani warga Kotawaringin Timur, tetapi juga masyarakat dari Kabupaten Seruyan dan sebagian wilayah Katingan.
Kebutuhan penerbangan menuju sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, dan Semarang, dinilai masih tinggi. Terlebih saat musim liburan sekolah maupun hari besar keagamaan, kursi penerbangan kerap penuh.
Karena itu, masyarakat diimbau memesan tiket lebih awal, terutama ketika memasuki periode dengan tingkat mobilitas penumpang yang tinggi. (red)













