News

Pangdam Terjang Medan Sulit, Percepat Penanganan Karhutla di Tanjung Puting

×

Pangdam Terjang Medan Sulit, Percepat Penanganan Karhutla di Tanjung Puting

Sebarkan artikel ini
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin meninjau langsung lokasi karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. (ist)

Pangkalan Bun, Nusaborneo.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah, menjadi perhatian serius. Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan cepat dan tepat sasaran.

Peninjauan dilakukan pada Selasa (13/10/2026). Tak sekadar memantau dari kejauhan, Pangdam bersama rombongan harus menembus medan yang sulit untuk melihat langsung kondisi di lapangan.

Perjalanan menuju lokasi kebakaran ditempuh menggunakan speed boat. Setibanya di kawasan TNTP, Pangdam memberikan arahan kepada personel TNI-Polri dan relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Pangdam menegaskan pentingnya langkah cepat dan terukur untuk mengendalikan pergerakan api. Upaya tersebut dilakukan agar kebakaran tidak semakin meluas dan mengancam kelestarian hutan yang menjadi habitat berbagai satwa liar di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Usai memberikan pengarahan, Pangdam bersama personel melanjutkan perjalanan menuju titik api menggunakan perahu kecil. Perjalanan kemudian diteruskan dengan berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit, menempuh jarak sekitar 2,5 kilometer.

Di lokasi, Pangdam melihat langsung kondisi kebakaran, memantau situasi melalui drone, serta mengidentifikasi sejumlah titik yang dinilai strategis untuk pembangunan sumur bor.

Menurutnya, ketersediaan sumber air menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan karhutla, terutama di kawasan yang sulit dijangkau kendaraan dan memiliki keterbatasan akses.

Karena itu, pembangunan sumur bor perlu ditempatkan sedekat mungkin dengan titik prioritas. Dengan begitu, personel di lapangan dapat memperoleh pasokan air lebih cepat untuk mendukung pemadaman sekaligus menghambat pergerakan api.

Langkah Pangdam XXII/Tambun Bungai tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI terkait penanggulangan karhutla, termasuk pembangunan 200 titik sumur bor sebagai sumber air untuk membantu pemadaman dan mencegah kebakaran meluas.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Kodam XXII/Tambun Bungai menyiapkan personel gabungan dari Brigif TP/40 Huma Betang, Zidam XXII/TB, dan Kodim 1014/Pbn.

Kehadiran personel gabungan ini diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan kebakaran, khususnya di wilayah yang memiliki akses terbatas dan membutuhkan dukungan sarana pemadaman yang memadai.

Dalam kegiatan tersebut, Pangdam didampingi Danrem 102/Pjg Brigjen TNI Wimoko, Asops Kasdam XXII/TB Kolonel Inf Danang Prasetyo Wibowo, Kasiops Kasrem 102/Pjg Kolonel Inf Abdul Jamal Husin, serta Dandim 1014/Pbn Letkol Inf Makin. 

Peninjauan langsung ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi di lapangan, sekaligus memastikan langkah penanganan karhutla dilakukan berdasarkan kondisi nyata yang dihadapi personel.

Di tengah medan yang menantang dan akses yang tidak mudah, kecepatan penanganan menjadi hal penting. Ketersediaan air, ketepatan menentukan titik prioritas, serta kerja sama antara TNI, Polri, dan relawan diharapkan mampu menekan risiko meluasnya kebakaran.

Upaya tersebut tidak hanya ditujukan untuk memadamkan api, tetapi juga untuk menjaga kelestarian ekosistem Taman Nasional Tanjung Puting agar tetap terlindungi. (red) 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *