Pemkab Kobar

Nurhidayah Ingin Anak Daerah Kuliah Kedokteran di Kobar, Untama Didorong Jadi PTN

×

Nurhidayah Ingin Anak Daerah Kuliah Kedokteran di Kobar, Untama Didorong Jadi PTN

Sebarkan artikel ini
Bupati Kotawaringin Barat Hj. Nurhidayah, S.H., M.H., menghadiri Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-19 Universitas Antakusuma Tahun Akademik 2025/2026 di Aula Sultan Alidin Sukma Alamsyah, Pangkalan Bun, Sabtu (24/10/2026). (ist)

Pangkalan Bun, Nusaborneo.com – Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, diharapkan memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa harus pergi jauh dari daerah asal. Salah satu upaya yang didorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar adalah menjadikan Universitas Antakusuma (Untama) Pangkalan Bun sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) sekaligus membuka Fakultas Kedokteran.

Harapan tersebut disampaikan Bupati Kotawaringin Barat Hj. Nurhidayah saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-19 Universitas Antakusuma Tahun Akademik 2025/2026 di Aula Sultan Alidin Sukma Alamsyah, Pangkalan Bun, Sabtu (24/10/2026).

Menurut Nurhidayah, perubahan status Untama menjadi PTN dan rencana pembukaan Fakultas Kedokteran merupakan cita-cita lama yang membutuhkan dukungan serta kerja sama berbagai pihak.

“Ini merupakan mimpi dan cita-cita lama kita bersama agar Yayasan Kotawaringin dan Universitas Antakusuma dapat bertransformasi menjadi perguruan tinggi negeri serta memiliki Fakultas Kedokteran,” ujar Nurhidayah.

Dia berharap kehadiran Fakultas Kedokteran di Kobar nantinya dapat membuka kesempatan lebih luas bagi putra-putri daerah yang ingin menjadi dokter. Selain itu, keberadaan fakultas tersebut diharapkan ikut mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga medis berkualitas di daerah.

Bagi masyarakat, semakin dekatnya akses pendidikan tinggi tentu menjadi peluang untuk meraih masa depan yang lebih baik. Terlebih, pendidikan kedokteran membutuhkan persiapan panjang, termasuk akses terhadap perguruan tinggi yang memadai.

Nurhidayah menilai Kobar memiliki modal yang cukup kuat untuk terus mengembangkan sektor pendidikan. Salah satunya terlihat dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kobar yang berada di posisi kedua tertinggi di Kalimantan Tengah.

Capaian tersebut, menurutnya, perlu menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, keterampilan, dan daya saing sumber daya manusia (SDM).

Sementara itu, Rektor Universitas Antakusuma, Prof. Dr. M. Faturrahman, M.Psi., M.Pd., menyampaikan bahwa kampusnya juga berupaya memperluas peluang kerja bagi lulusan melalui peningkatan keterampilan.

Salah satunya dengan menjalankan program pelatihan bahasa asing melalui kerja sama dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).

Program tersebut disiapkan untuk membekali tenaga kerja asal daerah agar memiliki kemampuan yang dibutuhkan di pasar kerja internasional. Untuk tahap awal, pengiriman peserta angkatan pertama diproyeksikan menuju Turki.

Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan pilihan lebih luas bagi generasi muda, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun mengembangkan karier di dunia kerja.

Dalam wisuda sarjana ke-19 tersebut, Universitas Antakusuma mengukuhkan 70 lulusan dari empat program studi, yakni Ilmu Hukum, Manajemen, Akuntansi, dan Teknik Sipil.

Tata Debora Agnesia, S.H., dari Program Studi Ilmu Hukum, meraih penghargaan sebagai lulusan terbaik dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,96.

Sementara itu, penghargaan juga diberikan kepada Desta Suringsih, S.M., dari Program Studi Manajemen, serta Fitri, S.Ak., dari Program Studi Akuntansi. Keduanya meraih IPK 3,78.

Wisuda tersebut menjadi salah satu penanda perjalanan para lulusan setelah menempuh pendidikan di bangku kuliah. Bekal ilmu yang diperoleh diharapkan dapat menjadi modal untuk memasuki dunia kerja, membangun karier, maupun berkontribusi bagi masyarakat.

Pemkab Kobar berharap pengembangan Universitas Antakusuma, termasuk upaya mendorong perubahan status menjadi PTN dan rencana pembukaan Fakultas Kedokteran, dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.

Dengan dukungan berbagai pihak, penguatan pendidikan tinggi diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas SDM, tetapi juga membantu menjawab kebutuhan tenaga profesional dan mendorong kemajuan daerah, khususnya di Kalimantan Tengah. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *