NewsPemprov Kalteng

Pangdam XXII/Tambun Bungai Tinjau Karhutla di Tumbang Nusa, Pastikan Pemadaman Optimal

×

Pangdam XXII/Tambun Bungai Tinjau Karhutla di Tumbang Nusa, Pastikan Pemadaman Optimal

Sebarkan artikel ini
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tumbang Nusa, Kalimantan Tengah, Kamis (24/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan upaya pemadaman berjalan optimal. (ist)

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Asap masih menyelimuti sejumlah titik di kawasan Tumbang Nusa, Kalimantan Tengah. Di tengah kondisi lahan yang kering dan rentan terbakar, upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan.

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, turun langsung meninjau penanganan karhutla tersebut pada Kamis (24/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus memastikan proses pemadaman berjalan optimal.

Didampingi Asops Kasdam XXII/Tambun Bungai, Kazidam XXII/Tambun Bungai, serta Dandim 1016/Palangka Raya, Pangdam melihat sejumlah lokasi yang menjadi titik penanganan karhutla.

Kondisi di lapangan masih menunjukkan adanya area yang dipenuhi asap. Sejumlah lahan juga terlihat kering sehingga berpotensi menjadi tempat api kembali menyebar.

Personel di lapangan terus melakukan pemadaman menggunakan mesin pompa, selang, dan sejumlah peralatan pendukung. Air dialirkan menuju area yang membutuhkan penanganan, terutama pada titik-titik yang masih berpotensi menyimpan sumber panas.

Penanganan tidak hanya dilakukan dari darat. Petugas juga memanfaatkan drone untuk memantau kondisi wilayah dari udara.

Penggunaan drone membantu memberikan gambaran situasi secara lebih luas. Dengan pemantauan dari udara, titik-titik yang membutuhkan penanganan dapat diketahui sehingga upaya pemadaman bisa diarahkan ke lokasi yang diperlukan.

Peninjauan langsung tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan karhutla di Tumbang Nusa terus berjalan. Kondisi lapangan, titik api, hingga area yang masih menyimpan potensi panas menjadi perhatian dalam proses pemadaman. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *