Kreativitas tersebut terlihat dalam Lomba Inovasi Alat Peraga Edukatif (APE) yang digelar Pemerintah Kabupaten Murung Raya di Aula Rumah Jabatan Bupati Murung Raya, Senin (2/11/2026).
Sejumlah guru PAUD dari berbagai satuan pendidikan menampilkan beragam media pembelajaran hasil kreasi mereka. Tidak sekadar menarik secara visual, alat peraga tersebut dirancang untuk membantu anak mengenal huruf, angka, kemampuan membaca, menulis, berhitung (calistung), hingga pengetahuan alam melalui aktivitas bermain.
Menariknya, para peserta turut memanfaatkan potensi bahan lokal dan barang daur ulang sebagai bahan dasar pembuatan alat peraga. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran kreatif tidak selalu membutuhkan perlengkapan mahal, tetapi bisa dimulai dari benda-benda sederhana di sekitar.
Bunda PAUD Murung Raya, Warnita Heriyus, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk mendorong guru terus berinovasi dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak.
Menurutnya, dunia anak usia dini tidak bisa dilepaskan dari aktivitas bermain. Karena itu, proses pembelajaran perlu dikemas dengan cara yang membuat anak merasa nyaman, tertarik, dan tidak mudah bosan.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong para guru agar semakin kreatif dalam menyediakan bahan ajar. Anak-anak harus merasa senang saat belajar, memiliki keinginan mencoba hal baru, serta tumbuh kreativitas dan rasa ingin tahunya melalui bermain sambil belajar,” ujar Warnita.
Dia berharap inovasi yang ditampilkan dalam perlombaan tersebut tidak berhenti sebatas kompetisi. Para guru diharapkan dapat menerapkannya dalam kegiatan belajar sehari-hari sehingga anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan bermakna.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Pokja Bunda PAUD Murung Raya, Dina Maulidah Rahmanto, bersama perwakilan guru PAUD dari berbagai wilayah di Kabupaten Murung Raya.
Dari hasil penilaian, TK Anida 5 berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua diraih Hosana, sedangkan juara ketiga diraih Soraya dari Juking Pajang.
Pemerintah Kabupaten Murung Raya berharap lomba inovasi APE dapat menjadi pemantik semangat para pendidik untuk terus mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif dengan memanfaatkan potensi lingkungan sekitar.
Dengan pendekatan belajar sambil bermain, anak-anak diharapkan tidak hanya mengenal angka dan huruf, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berani mencoba, kreatif, memiliki rasa ingin tahu, serta ceria dalam menjalani proses belajar. (red)













