News

Polisi Angkut 60 Ribu Liter Air Bersih Lewat Sungai untuk Warga Batampang

×

Polisi Angkut 60 Ribu Liter Air Bersih Lewat Sungai untuk Warga Batampang

Sebarkan artikel ini
Polisi membawa tandon air bersih menggunakan kelotok melalui jalur sungai untuk mendistribusikan air kepada warga di Desa Batampang, Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Sabtu, 3 Oktober 2026. (ist)

Buntok, Nusaborneo.com – Kepolisian Resor Barito Selatan menyalurkan 60 ribu liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di Desa Batampang, Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Distribusi air dilakukan dengan menggunakan kendaraan dan perahu kelotok karena sebagian permukiman warga sulit dijangkau melalui jalur darat.

Penyaluran air berlangsung pada Sabtu (3/10/2026). Personel Polres Barito Selatan bersama anggota Polsek Dusun Hilir menyambangi sejumlah lokasi permukiman warga sejak pagi hingga sore.

Anggota Polsek Dusun Hilir yang dipimpin IPDA Usman bersama Bhabinkamtibmas menggunakan kelotok untuk mengangkut tandon air menuju permukiman warga di sepanjang jalur sungai.

Air yang dibagikan berasal dari depot air minum milik warga di Kelurahan Mengkatip. Polisi menyebut air tersebut telah diperiksa dan memiliki tingkat keasaman atau pH 7, yang berarti berada pada kondisi netral dan dinyatakan layak dikonsumsi.

Sebanyak enam tangki air didistribusikan. Masing-masing tangki berkapasitas 10 ribu liter sehingga total air yang disalurkan mencapai 60 ribu liter.

Kapolres Barito Selatan AKBP Eko Mardianto mengatakan distribusi dilakukan karena sejumlah permukiman warga berada cukup jauh dan hanya dapat dijangkau melalui jalur sungai.

“Anggota Polres Barsel dan Polsek Dusun Hilir melakukan pendistribusian air bersih ke sejumlah lokasi. Karena jaraknya jauh dan juga melalui sungai, anggota menggunakan perahu atau kelotok membawa air bersih untuk disalurkan kepada warga,” kata Eko, Ahad, 4 Oktober 2026.

Ratusan warga di Dusun Simpang Telo, Desa Batampang, menerima bantuan air bersih tersebut. Polisi tidak hanya menyalurkan air di lokasi yang dapat dijangkau kendaraan, tetapi juga mendatangi rumah-rumah warga yang berada di kawasan yang sulit diakses melalui darat.

Menurut Eko, distribusi air bersih merupakan bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat yang menghadapi dampak musim kemarau. Selain membantu memenuhi kebutuhan air, kepolisian juga terus melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di wilayah Barito Selatan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan pelayanan Polri kepada masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan,” ujar Eko.

Penanganan karhutla, kata dia, dilakukan bersama sejumlah pihak, termasuk TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, pemadam kebakaran, dan masyarakat.

Warga yang menerima bantuan mengapresiasi langkah kepolisian tersebut. Bantuan air dinilai membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi kemarau dan kekeringan.

Dalam pendistribusian itu, polisi menggunakan dua metode. Air disalurkan melalui kendaraan ke kawasan yang dapat dijangkau dari darat, sedangkan tandon air dibawa menggunakan kelotok untuk mencapai permukiman warga di sepanjang sungai yang tidak dapat dilalui kendaraan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *