Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Saat sedang berenang, korban diduga tidak mampu melawan derasnya arus sungai hingga akhirnya tenggelam dan hilang dari permukaan air.
Keluarga bersama warga sekitar sempat berupaya mencari keberadaan Ainin secara mandiri. Namun, pencarian awal tersebut belum membuahkan hasil. Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian itu kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palangka Raya.
Kepala Kantor SAR Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 14.10 WIB dari personel yang berada di lapangan.
Merespons laporan tersebut, tim SAR langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian terhadap korban.
“Menerima informasi tersebut, kami langsung mengerahkan Tim Rescue KPP Palangka Raya beranggotakan 12 personel menuju Laporan Kejadian Pertama (LKP), dan akan langsung melakukan pencarian,” ujar Alit.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur gabungan, mulai dari Tim Rescue Kantor SAR Palangka Raya, Ditpolairud Polda Kalteng, BPBD Kalimantan Tengah, Polsek Pahandut, BPBD Kota Palangka Raya, PMI Kota Palangka Raya, relawan gabungan, keluarga korban hingga masyarakat setempat.
Meski pencarian terus dilakukan, petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya kondisi air Sungai Kahayan yang keruh sehingga menyulitkan proses penyelaman untuk menemukan korban.
Sementara itu, cuaca di sekitar lokasi dilaporkan cerah. Tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran secara intensif di sepanjang area sungai yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat.
Keluarga dan warga setempat masih menanti kabar di tengah upaya pencarian yang terus berlangsung. Hingga berita ini ditulis, keberadaan Ainin belum ditemukan dan operasi SAR masih dilakukan. (red)













