Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin memimpin langsung prosesi pelepasan jenazah yang dimulai pukul 06.47 WIB tersebut. Upacara itu menjadi bentuk penghormatan institusi TNI AD kepada salah satu prajuritnya yang meninggal saat menjalankan tugas negara.
Namun, di balik prosesi militer tersebut, ada keluarga yang harus menerima kenyataan pahit kehilangan orang tercinta.
Zainul menyempatkan diri menemui dan berbincang dengan orang tua Heri. Ia menyampaikan dukungan moril serta penguatan agar keluarga diberi ketabahan menghadapi kepergian putra mereka.
Kehadiran Pangdam di tengah keluarga menjadi bagian dari penghormatan yang tidak hanya ditujukan kepada almarhum sebagai prajurit, tetapi juga kepada keluarga yang ditinggalkan. Sebab, kehilangan seorang anak merupakan duka yang jauh melampaui seremoni kedinasan.
Sejumlah pejabat turut menghadiri upacara tersebut, di antaranya Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Iwan Kurniawan, Danrem 102/Panju Panjung Brigjen Wimoko, Tenaga Ahli BNPB Brigjen Asep Dedi Darmadi, dan Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda.
Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran TNI-Polri, serta pejabat terkait lainnya juga hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
Kepergian Sertu Heri Prasetyo meninggalkan duka bagi keluarga dan rekan-rekannya. Penghormatan yang diberikan dalam upacara pelepasan menjadi pengingat atas pengabdian seorang prajurit sekaligus kehilangan yang harus ditanggung oleh orang-orang terdekatnya. (red)













