Kunjungan yang berlangsung di Ruang Yudha Makodam XXII/TB itu diterima Kasdam XXII/TB Brigjen TNI Sugiyono, M.Sc., yang mewakili Pangdam XXII/TB Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc. Rombongan dipimpin Ketua Tim Pokja Brigjen TNI Joni Triman.
Pertemuan tersebut difokuskan pada pengumpulan data dan pendalaman konsepsi penguatan Front Perlawanan Rakyat (FPR) dalam Operasi Gerilya Modern. Sejumlah pejabat Kodam XXII/TB turut hadir, di antaranya Kapoksahli Pangdam Brigjen TNI Budi Utomo, S.I.P., para Pamen Ahli, para Asisten Kasdam, serta Dan/Kabalakdam XXII/TB.
Dalam sambutan Pangdam yang dibacakan Kasdam, ditegaskan bahwa kajian ini menjadi bagian penting dalam merumuskan konsep pertahanan negara yang mampu menyesuaikan diri dengan dinamika lingkungan strategis.
Namun, penguatan pertahanan rakyat juga harus tetap berpijak pada Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) serta aturan perundang-undangan yang berlaku.
Aspek perlindungan masyarakat sipil turut menjadi perhatian. Setiap komponen pertahanan harus menjalankan tugas sesuai fungsi dan batas kewenangannya sehingga konsep yang dirumuskan tidak hanya strategis, tetapi juga realistis dan dapat diterapkan di lapangan.
Sementara itu, Brigjen TNI Joni Triman menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kodam XXII/TB atas dukungan dan kesiapan dalam menyediakan data kewilayahan yang dibutuhkan.
Menurutnya, seluruh data yang dihimpun akan melalui proses verifikasi dan analisis sebelum digunakan sebagai bahan penyusunan dokumen strategis. Langkah tersebut diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang akurat dan aplikatif untuk mendukung penyempurnaan perencanaan pertahanan TNI AD.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pertukaran plakat sebagai bentuk penghargaan dan kerja sama antarkedua pihak, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama. (red)













