News

Aksi Damai Forum Pemuda Alur Sungai Kalinapu (FPASK) Dijaga oleh 42 Personel Polres Barito Timur

×

Aksi Damai Forum Pemuda Alur Sungai Kalinapu (FPASK) Dijaga oleh 42 Personel Polres Barito Timur

Sebarkan artikel ini
Foto Keterangan : Anggota Polres Bartim menjaga aksi damai yang di lakukan Forum Pemuda Alur Sungai Kalinapu (FPASK) pada Rabu (23/8).

TAMIANG LAYANG, NUSA BORNEO – Sebanyak 42 personel dari Polres Barito Timur berjaga di sekitar aksi damai yang digelar oleh Forum Pemuda Alur Sungai Kalinapu (FPASK) pada Rabu (23/8). Aksi damai ini dilakukan di depan kantor PT. Indopenta Sejahtera Abadi (ISA) yang terletak di Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur.

FPASK, yang merupakan aliansi masyarakat Desa Lahai, Desa Makatir Kecamatan Mangkatif Kabupaten Barito Selatan, dan masyarakat Desa Juru Banu Kecamatan Paju Epat Kabupaten Barito Timur, menggelar aksi damai sebagai bentuk ekspresi tuntutan mereka terkait isu-isu lingkungan, adat, dan budaya. Aksi ini juga diorganisir sebagai respons terhadap pemutusan hubungan kerja sepihak oleh PT. ISA terhadap warga setempat.

Dalam upaya menjaga keamanan dan kelancaran aksi damai tersebut, 42 personel Polres Barito Timur berada di bawah komando Kabagops Polres Bartim.

Kapolres Barito Timur, AKBP Viddy Dasmasela, mengapresiasi kerjasama yang baik antara pihak yang melakukan aksi damai dan perusahaan PT. ISA dalam menjaga situasi tetap kondusif.

Pertemuan antara perwakilan aksi damai dan perusahaan PT. ISA yang difasilitasi menghasilkan beberapa kesepakatan penting, di antaranya adalah pengecekan kadar air yang diduga tercemar limbah B3 di Sungai Kalinapu. Pengecekan ini akan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barito Timur dan Kabupaten Barito Selatan.

“Tidak hanya itu, kesepakatan juga mencakup pembinaan dan pengawasan karyawan lokal dengan melibatkan tokoh masyarakat setempat. Selain itu, karyawan yang diberhentikan juga diberi kesempatan untuk mengajukan permohonan kerja sesuai kebutuhan perusahaan,” katanya.

Kapolres Viddy berharap agar masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya dapat berkoordinasi dengan baik dan tidak melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri atau orang lain. Dia juga menegaskan pentingnya komunikasi dalam menjaga situasi damai dan memastikan tuntutan masyarakat terdengar dengan jelas.

“Aksi damai ini menjadi contoh kolaborasi antara masyarakat, aparat kepolisian, dan perusahaan dalam menangani isu-isu sensitif. Semua pihak berharap bahwa melalui dialog konstruktif, solusi yang bermanfaat bagi semua pihak dapat ditemukan,” pungaksnya.(pr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *