Muara Teweh, Nusaborneo.com – Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia terus mendapat dukungan dari legislatif. Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Rosi Wahyuni, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Pelatihan Menjahit Lanjutan Tahun 2026 yang digelar di Aula Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, program pelatihan yang difasilitasi pemerintah daerah melalui UPT Balai Latihan Kerja (BLK) tersebut menjadi langkah strategis dalam membekali masyarakat dengan keterampilan aplikatif yang bernilai ekonomi.
“Pelatihan ini bukan hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mandiri secara ekonomi melalui usaha menjahit,” ujarnya.
Rosi menilai, keterampilan yang diperoleh peserta dapat menjadi modal penting dalam menciptakan usaha baru maupun meningkatkan penghasilan keluarga. Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan program pelatihan sebagai bagian dari upaya menekan angka pengangguran.
Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah daerah untuk terus memperluas jangkauan program pemberdayaan, termasuk pelatihan kerja dan penguatan sektor UMKM agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
“Program seperti ini harus terus dikembangkan karena berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan,” tambahnya.
Rosi juga berpesan kepada para peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan ilmu yang didapat untuk kegiatan produktif.
“Kesempatan ini harus dimaksimalkan. Jangan berhenti pada pelatihan, tapi jadikan sebagai awal untuk membangun usaha,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Kabupaten Barito Utara, M. Mastur, dalam sambutannya saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.
Pelatihan menjahit lanjutan tersebut diikuti peserta dari berbagai latar belakang dengan bimbingan instruktur profesional. Diharapkan, kegiatan ini mampu melahirkan pelaku usaha baru yang mandiri dan berdaya saing, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (red/at)













