Jakarta, Nusaborneo.com – Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil menorehkan prestasi di bidang kebudayaan nasional. Dari 38 provinsi di Indonesia, Kalteng menjadi salah satu dari empat provinsi yang menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Linae Victoria Aden di Plaza Insan Berprestasi, kompleks Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Selain Kalteng, tiga provinsi lainnya yang menerima penghargaan tersebut yakni Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Utara. Capaian ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam menjaga, mengembangkan, serta memajukan kebudayaan melalui kebijakan dan program yang berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, Anugerah Kebudayaan Indonesia bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk penguatan tanggung jawab bersama dalam menjaga kekayaan budaya bangsa. Hal itu sejalan dengan amanat Pasal 32 ayat (1) UUD 1945 yang menegaskan pentingnya memajukan kebudayaan nasional di tengah perkembangan peradaban dunia.
Menurut Fadli, pemajuan kebudayaan mencakup berbagai aspek, mulai dari perlindungan, pelestarian, pengembangan, pemanfaatan hingga pembinaan. Ada sepuluh objek pemajuan kebudayaan yang menjadi perhatian, di antaranya bahasa, manuskrip, adat istiadat, teknologi tradisional, pangan lokal, permainan rakyat, dan seni. Karena itu, keterlibatan seluruh elemen masyarakat dinilai penting agar kebudayaan tetap hidup dan berkembang dari generasi ke generasi.
Penghargaan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk terus merawat kekayaan budaya daerah. Beragam tradisi, adat istiadat, seni, dan warisan leluhur yang dimiliki Kalteng bukan hanya menjadi identitas masyarakat setempat, tetapi juga bagian dari kekayaan Indonesia yang perlu dijaga bersama. Dengan upaya yang berkesinambungan, budaya daerah diharapkan tetap lestari sekaligus memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat. (red)













