Pemkab Barut

Bupati Barito Utara Ajak Umat Muslim Perkuat Persaudaraan Lewat Salat Jumat Berjamaah

×

Bupati Barito Utara Ajak Umat Muslim Perkuat Persaudaraan Lewat Salat Jumat Berjamaah

Sebarkan artikel ini
Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin melaksanakan salat Jumat di Masjid Sirathal Mustaqin, Muara Teweh pada Jumat (21/11/2025). (ist) 
Muara Teweh, Nusaborneo.com – Suasana Masjid Raya Shirathal Mustaqim, Muara Teweh, terasa lebih hangat pada Jumat (21/11/2025), ketika Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, hadir untuk melaksanakan Salat Jumat bersama warga. Kehadiran orang nomor satu di Barito Utara itu menjadi perhatian sekaligus kebanggaan tersendiri bagi jamaah yang hadir.

Bukan hanya menjalankan ibadah, momentum tersebut juga dimanfaatkan Shalahuddin untuk menyampaikan pesan moral dan seruan kebersamaan kepada masyarakat. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya Salat Jumat sebagai ruang memperkuat hubungan antarumat dan memperkokoh nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.

“Salat Jumat bukan hanya ibadah rutinitas mingguan, tetapi juga wadah untuk mempererat persaudaraan kita. Melalui masjid, kita belajar kebersamaan, saling mengingatkan dalam kebaikan, dan menumbuhkan kesadaran untuk menjaga ukhuwah Islamiyah,” ujarnya di hadapan para jamaah.

Bupati juga mengajak masyarakat agar menjadikan masjid sebagai tempat pembinaan akhlak dan pemersatu umat, bukan hanya tempat melaksanakan ibadah wajib semata.

“Kita berharap semangat kebersamaan ini terus tumbuh, sehingga masyarakat Barito Utara semakin solid, rukun, dan harmonis dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” tambahnya.

Sejumlah warga terlihat menyambut positif kehadiran Bupati di tengah mereka. Menurut salah satu jamaah, kunjungan pemimpin daerah dalam kegiatan keagamaan menghadirkan energi positif serta dapat memotivasi masyarakat untuk lebih aktif dalam kegiatan keislaman.

Kegiatan ini ditutup dengan silaturahmi singkat antara Bupati dan jamaah, sebelum beliau melanjutkan agenda pemerintahan lainnya.

Kehadiran Shalahuddin di tengah-tengah umat dinilai sebagai bentuk pendekatan spiritual dan sosial, sekaligus upaya memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *