Pelaihari, Nusaborneo.com – Festival Layang-Layang Tanah Laut 2025 resmi mencatatkan rekor di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Manajer Pemasaran MURI, Awan Rahardjo, kepada Bupati Tanah Laut (Tala) H. Rahmat Trianto di Pantai Batakan Baru, Minggu (31/08/2025).
Festival ini mencatatkan rekor penerbangan layang-layang dandang terbanyak. Dari total 969 layang-layang yang diterbangkan, MURI menghitung 775 layang-layang dandang—yakni layang-layang dengan bunyi khas flute kite—sebagai jumlah sah yang masuk pencatatan.
Atas capaian tersebut, MURI menganugerahkan piagam penghargaan dengan nomor 12371/R.MURI/VIII/2025 kepada Bupati Tala.
“Saya bangga acara yang digelar dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ini berhasil dianugerahi piagam rekor MURI,” ujar Bupati Rahmat.
Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi daya tarik wisata baru, khususnya untuk Pantai Batakan. “Semoga prestasi ini bisa semakin memajukan pariwisata Tanah Laut,” tambahnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan Bupati kepada penyelenggara, Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia (Pelangi), Museum Rekor Dunia Indonesia, serta seluruh peserta yang memeriahkan festival.
Sementara itu, Ketua Pelangi, Sari, menegaskan bahwa capaian ini tidak hanya mencatat rekor nasional, tetapi juga dunia. “China dan Vietnam memang dikenal memainkan layang-layang dandang berbunyi, tapi belum pernah mencatatkan rekor penerbangan terbanyak seperti di Tanah Laut ini,” ujarnya.
Festival ini turut dihadiri Wakil Bupati HM Zazuli, Ketua TP PKK Hj. Dian Rahmat, Ketua GOW Wiwiek Zazuli, Dandim 1009/TLA Letkol Inf. Adhy Irawan, Ketua Pengadilan Agama Mawardi, serta sejumlah kepala SKPD.
Acara digelar oleh Dinas Pariwisata Tanah Laut bersama Pelangi Kalsel, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80.(red)













