Kalimantan SelatanNews

Pengungsi Banjir di Tanah Laut Berangsur Pulang, Separuh Masih Bertahan di Ponpes Ubudiyah

×

Pengungsi Banjir di Tanah Laut Berangsur Pulang, Separuh Masih Bertahan di Ponpes Ubudiyah

Sebarkan artikel ini

Pelaihari, Nusaborneo.com – Aktivitas di lokasi pengungsian banjir Pondok Pesantren (Ponpes) Ubudiyah, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, mulai berkurang. Sejumlah warga terdampak banjir yang sebelumnya mengungsi kini berangsur kembali ke rumah masing-masing seiring menurunnya debit air di beberapa wilayah.

Dari total 98 kepala keluarga (KK) yang sempat ditampung, hingga Minggu (18/1/2026) tercatat hanya 50 KK atau sekitar 150 jiwa yang masih bertahan di pengungsian. Sisanya memilih pulang meski kondisi lingkungan belum sepenuhnya normal.

Ponpes Ubudiyah telah menjadi tempat berlindung warga selama kurang lebih 18 hari terakhir. Para pengungsi berasal dari beberapa wilayah terdampak banjir, di antaranya Desa Kali Besar, Kecamatan Kurau, serta Desa Benua Raya dan Desa Bati-Bati di Kecamatan Bati-Bati.

Selain menyediakan tempat tinggal sementara, pihak ponpes bersama relawan juga mengoperasikan dapur umum. Kebutuhan logistik pengungsi dipenuhi melalui bantuan para donatur, dengan pengelolaan dapur melibatkan relawan serta ibu-ibu yang ikut mengungsi.

Koordinator pengungsian, Muhammad Habibi, membenarkan bahwa jumlah pengungsi terus berkurang. Menurutnya, warga yang masih bertahan umumnya memiliki rumah yang hingga kini masih terendam banjir.

“Sekarang tinggal sekitar 50 kepala keluarga. Yang lain sudah kembali ke rumah, meski ada yang masih harus membersihkan sisa lumpur,” ujar Habibi.

Ia menambahkan, dalam beberapa hari ke depan pengungsian diperkirakan akan kembali kosong apabila kondisi air terus surut. Meski demikian, pihak pengelola tetap menyiapkan bantuan bagi warga yang memilih pulang lebih awal.

“Nanti saat mereka meninggalkan pengungsian, tetap kami bekali sembako untuk dibawa ke rumah masing-masing,” katanya.

Pantauan di lapangan pada Sabtu (17/1/2026) menunjukkan bahwa genangan air masih terlihat di sejumlah titik, khususnya di Desa Kali Besar dan Desa Handil Negara, Kecamatan Kurau. Beberapa rumah warga serta akses jalan menuju kedua desa tersebut masih tergenang, sehingga mobilitas masyarakat belum sepenuhnya pulih. (red/foto:ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *