Pemprov Kalteng

Dari Kontestasi ke Kolaborasi: Momen Hangat Usai PSU Barito Utara

×

Dari Kontestasi ke Kolaborasi: Momen Hangat Usai PSU Barito Utara

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran (Tengah) bersama H Shalahudin dan H Jimmy Carter di Istana Isen Mulang Palangka Raya, Jum'at (8/8).

Palangka Raya, Nusaborneo.com  Di tengah hangatnya dinamika politik pasca Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Barito Utara, sebuah momen penuh makna terjadi di Istana Isen Mulang, Jumat (8/8/2025). Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, mengundang dua tokoh yang baru saja bersaing dalam kontestasi politik—H. Shalahudin dan H. Jimmy Carter—untuk makan siang bersama.

Meski baru bertarung dalam ajang demokrasi yang sarat dinamika, suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Gubernur Agustiar memanfaatkan momen ini untuk mengajak kedua pasangan calon dan seluruh elemen masyarakat Barito Utara merajut kembali persatuan demi keberlangsungan pembangunan daerah.

“Alhamdulillah, kita duduk bersama hari ini sebagai saudara. Semoga pertemuan ini menjadi energi positif bagi Kalimantan Tengah, khususnya Barito Utara,” ujar Agustiar.

Ia menegaskan bahwa kompetisi politik harus diakhiri dengan jiwa besar dan elegan, serta mengajak semua pihak untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh hasil kontestasi.

“Kompetisi boleh selesai, tapi persaudaraan dan semangat membangun daerah harus terus hidup,” tambahnya.

Gubernur Agustiar menekankan bahwa pertemuan ini harus dimaknai sebagai titik awal persatuan yang lebih kuat. Ia berharap baik pihak yang menang maupun yang belum terpilih dapat bersatu dalam semangat kebersamaan untuk memajukan Barito Utara.

“Tidak ada lagi kubu-kubuan, tidak ada lagi perbedaan. Saatnya kita semua bersatu demi kemajuan Barito Utara yang kita cintai bersama,” tegasnya.

Langkah rekonsiliasi ini mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan. Di tengah situasi yang biasanya diwarnai euforia kemenangan dan kekecewaan kekalahan, momen kebersamaan ini menjadi angin segar bagi demokrasi lokal. Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa perbedaan pilihan politik tidak harus memutus tali silaturahmi, melainkan bisa menjadi fondasi sinergi untuk membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera.

(Mda).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *