Kuala Pembuang, Nusaborneo.com – Sebanyak 60 anggota Kafilah Kabupaten Seruyan diberangkatkan untuk mengikuti Festival Seni Qasidah (FSQ) XII tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) 2026 di Kuala Kapuas. Mereka diharapkan mampu menampilkan kemampuan terbaik sekaligus mengharumkan nama daerah melalui seni budaya Islami.
Keberangkatan kontingen tersebut dilepas langsung oleh Wakil Bupati Seruyan, H. Supian, S.Ag., pada Senin sore (12/10/2026). Momen ini menjadi penyemangat bagi para peserta yang akan bersaing dengan perwakilan kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Tengah.
Dari total 60 anggota kafilah, sebanyak 34 orang merupakan peserta lomba. Sementara 26 orang lainnya terdiri dari official, pelatih, pendamping, dan tenaga administrasi yang akan mendukung kebutuhan kontingen selama mengikuti festival.
FSQ XII tingkat Provinsi Kalimantan Tengah dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai 13 hingga 18 Oktober 2026. Sejumlah cabang lomba akan dipertandingkan, mulai dari rebana klasik putra dan putri, bintang vokalis gambus kategori anak-anak, remaja, dan dewasa, hingga bintang vokalis pop religi untuk kelompok usia yang sama.
Para peserta yang mewakili Kabupaten Seruyan merupakan talenta terpilih dari hasil seleksi Festival Seni Qasidah tingkat kabupaten yang digelar di Kecamatan Seruyan Hilir. Mereka telah melalui proses penjaringan untuk mendapatkan kesempatan tampil di ajang tingkat provinsi.
Wakil Bupati Seruyan H. Supian berpesan agar seluruh anggota kafilah menjaga semangat, kekompakan, dan kepercayaan diri selama mengikuti perlombaan. Ia meminta para peserta tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga menikmati proses dan memberikan penampilan terbaik.
“Jadikan festival ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan potensi yang dimiliki. Saya berharap seluruh peserta dapat tampil maksimal, tetap percaya diri, menjaga kekompakan, dan membawa nama baik Kabupaten Seruyan,” ujar Supian.
Menurutnya, FSQ bukan sekadar ajang untuk memperebutkan gelar juara. Festival tersebut juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat sekaligus menjaga keberlangsungan seni qasidah dan budaya Islami di tengah masyarakat.
Supian menilai, kesungguhan peserta dalam berlatih, keberanian tampil, serta kemampuan menjaga sportivitas merupakan bagian penting dari pengalaman yang akan mereka bawa pulang.
Ia berharap pengalaman selama mengikuti kompetisi tingkat provinsi dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk terus mengasah kemampuan dan meningkatkan kualitas penampilan pada kesempatan berikutnya.
“Apapun hasilnya nanti, tetap berikan yang terbaik. Kita ingin keikutsertaan ini tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga dan mengembangkan seni budaya Islami agar tetap hidup di tengah masyarakat,” tuturnya.
Dengan persiapan yang telah dilakukan, kontingen Kabupaten Seruyan diharapkan mampu bersaing secara optimal. Lebih dari sekadar membawa pulang penghargaan, keikutsertaan mereka juga diharapkan menjadi langkah nyata dalam melestarikan seni budaya Islami sekaligus memperkenalkan potensi daerah di tingkat provinsi. (red)













